-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

KDKMP Bukan Sekadar Toko Desa, Andre Rosiade Tegaskan Perannya Perkuat Rantai Produksi Petani dan Nelayan

Kamis, 13 Agustus 2026 | Agustus 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-13T07:03:51Z

Padang, MP----- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Andre Rosiade, menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak tepat jika dipahami hanya sebagai toko desa yang sekadar menjual kebutuhan masyarakat.


Menurut Andre, KDKMP dirancang memiliki fungsi yang jauh lebih strategis, terutama dalam memperkuat ekosistem produksi dan pemasaran hasil pertanian serta perikanan di tingkat desa.


“KDKMP bukan Indomaret atau Alfamart versi desa,” tegas Andre Rosiade, di Padang beberapa waktu lalu.


Ia menjelaskan, salah satu fungsi penting KDKMP adalah sebagai offtaker atau pihak yang menyerap hasil produksi petani dan nelayan. Koperasi dapat berperan mulai dari membeli hasil produksi, mengagregasi, menyimpan, mengolah bila diperlukan, hingga menyalurkannya kepada konsumen maupun pasar yang lebih besar.


Dengan konsep tersebut, KDKMP tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk gerai dengan rak dan kasir. Infrastruktur pendukung seperti gudang penyimpanan dan cold storage juga dapat menjadi bagian penting, khususnya di wilayah yang memiliki basis produksi pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan.


“Karena itu, KDKMP bukan sekadar gerai dengan rak dan kasir. KDKMP juga dapat memiliki gudang dan cold storage, termasuk ditempatkan dekat dengan sentra produksi,” ujar Andre.


Menurut dia, penguatan fungsi tersebut penting agar hasil produksi masyarakat desa tidak berhenti pada persoalan produksi, tetapi memiliki kepastian pasar dan distribusi yang lebih baik.


Andre juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan KDKMP. Manajer koperasi tidak cukup hanya memahami aktivitas perdagangan di gerai, tetapi harus memiliki kemampuan dalam mengelola pembelian, pergudangan, pengendalian kualitas, inventori hingga logistik.


“Manajernya harus menguasai pembelian, pergudangan, kualitas, inventori sampai logistik,” katanya.


Andre menilai, jika fungsi tersebut dapat dijalankan secara profesional, KDKMP berpotensi menjadi mata rantai penting yang menghubungkan produksi masyarakat desa dengan pasar yang lebih luas. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi turut menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi petani dan nelayan dalam rantai pasok.


Pemahaman yang tepat mengenai fungsi KDKMP, menurut Andre, menjadi penting agar program tersebut tidak direduksi sebatas pembangunan gerai perdagangan. Orientasinya harus diarahkan pada penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan produksi, pembiayaan, penyimpanan, pengolahan dan pemasaran secara terintegrasi.

(tim-AR/MP)

×
Berita Terbaru Update