Solok Selatan, MP----- Kecelakaan maut melibatkan truk tangki BBM Pertamina dan sepeda motor Honda Scoopy terjadi di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekonina, Kabupaten Solok Selatan, Sabtu malam (15/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, mobil tangki BBM menabrak sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai AY (31). Saat kejadian, AY membonceng istrinya, YH (30), serta anak mereka, MG (6).
Akibat kecelakaan itu, AY meninggal dunia di lokasi. Sementara YH dan MG mengalami luka-luka yang kemudian dilarikan warga ke RSUD Muaro Labuah.
Peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polsek Sungai Pagu tersebut menyisakan duka bagi keluarga korban sekaligus perhatian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama di ruas yang dilalui kendaraan berat.
Warga Gambarkan Suasana Pascakejadian
Sejumlah warga yang ditemui wartawan pada Kamis (27/8/2026) mengaku mengetahui kejadian setelah mendengar suara keras. Sebagian warga tidak menyaksikan secara langsung saat mobil tangki BBM menabrak sepeda motor korban.
Eri, warga sekitar, mengatakan ketika kejadian dirinya sedang membuat kue. Ia tidak melihat langsung peristiwa tersebut, tetapi mendengar suara keras. Setelah keluar rumah, ia melihat beberapa orang sudah tergeletak di jalan.
Sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai korban juga mengalami kerusakan berat setelah ditabrak mobil tangki BBM.
Warga lainnya, Sari, mengatakan terdapat tiga orang di sekitar lokasi. Satu korban terlihat tidak bergerak, sedangkan dua korban lainnya masih bergerak meski mengalami luka-luka.
Sementara itu, Albert menyampaikan informasi yang masih membutuhkan verifikasi. Ia menyebut mobil tangki tersebut diduga sebelumnya sempat menyerempet pengendara lain di kawasan Liki.
Informasi tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan kecelakaan di Pekonina dan masih memerlukan konfirmasi dari aparat kepolisian.
Polisi Benarkan Kecelakaan
Untuk mendapatkan keterangan resmi, wartawan mendatangi Polsek Sungai Pagu pada Kamis (27/8/2026). Saat itu Kapolsek Sungai Pagu, AKP Wirangga Ardevies, S.Sos., tidak berada di kantor karena disebut sedang menjalankan tugas pengamanan aksi demonstrasi di kawasan Suprem.
Petugas piket yang ditemui wartawan membenarkan adanya kecelakaan pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Petugas juga membenarkan bahwa pengemudi mobil tangki BBM sempat mendatangi kantor polisi untuk mengamankan diri guna menghindari kemungkinan terjadinya aksi massa.
Namun, petugas piket tersebut belum dapat memberikan keterangan lebih rinci mengenai kronologi kecelakaan, kondisi korban maupun proses penanganan perkara karena tidak memiliki kewenangan memberikan penjelasan secara detail.
“Saya tidak bisa menjelaskan lebih detail, karena tidak memiliki wewenang,” ujar petugas piket kepada wartawan.
Keterangan tersebut membenarkan adanya kecelakaan serta langkah pengamanan terhadap pengemudi mobil tangki BBM setelah kejadian.
Penyebab Kecelakaan Masih Menunggu Penyelidikan
Meski informasi awal mengenai kecelakaan telah diperoleh, kronologi lengkap mengenai bagaimana mobil tangki BBM menabrak sepeda motor korban masih menunggu penjelasan resmi dari aparat kepolisian.
Sejumlah aspek penting perlu dipastikan melalui penyelidikan, termasuk posisi kendaraan, kondisi jalan, arah perjalanan, kecepatan kendaraan, kondisi pengemudi, serta faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan.
Masyarakat berharap perkara tersebut ditangani secara profesional dan transparan. Penentuan ada atau tidaknya pelanggaran serta pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada hasil penyelidikan dan alat bukti yang sah.
Di tengah duka keluarga korban, tragedi Pekonina menjadi pengingat serius mengenai pentingnya keselamatan pengguna jalan, terutama ketika kendaraan berat dan kendaraan roda dua melintas pada ruas jalan yang sama.
Pengawasan dan evaluasi terhadap keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut juga dinilai penting agar kecelakaan serupa tidak kembali merenggut korban jiwa.
(Tim Media ASANTARA)
