Padang, MP----- Semarak olahraga biliar kembali mewarnai rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 sekaligus peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Oriental Billiards Padang akan menggelar Tournament 128 Pool Piala Bergilir Wali Kota Cup Seri II pada 22–23 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung di Oriental Billiards, Jalan Kelenteng No. 234–236, Kota Padang, tersebut tidak sekadar menjadi arena adu ketepatan dan strategi di atas meja biliar. Turnamen ini juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi, pembinaan atlet, sekaligus menghidupkan gairah olahraga biliar di tengah masyarakat.
Panitia menyiapkan total hadiah mencapai Rp81 juta, ditambah trofi bagi para pemenang. Juara pertama berhak membawa pulang Rp35 juta, juara kedua Rp15 juta, juara ketiga Rp6 juta, juara keempat Rp5 juta, sementara pemain yang masuk delapan besar masing-masing memperoleh Rp2,5 juta dan 16 besar masing-masing Rp1,25 juta.
Turnamen mempertandingkan sejumlah kelas handicap (HC), yakni HC 3, HC 4B, HC 4A, HC 5, HC 6 dan HC 6+. Peserta dari Sumatera Barat maupun luar Sumatera Barat dapat ambil bagian dengan biaya pendaftaran yang disesuaikan berdasarkan kelas pertandingan.
Informasi panitia menyebutkan, peserta dari Sumbar dikenakan biaya mulai Rp300 ribu untuk HC 3 hingga Rp700 ribu untuk HC 6+. Sementara peserta luar Sumbar dikenakan biaya mulai Rp400 ribu hingga Rp800 ribu.
Bukan Sekadar Kompetisi
Panitia Pelaksana, Ari, kepada wartawan di Padang, Rabu (19/8/2026), menjelaskan bahwa penyelenggaraan Wali Kota Cup Seri II dirancang sebagai ajang kompetisi yang tetap mengedepankan sportivitas, kedisiplinan dan kebersamaan.
Menurut Ari, tingginya minat terhadap turnamen menjadi salah satu alasan panitia kembali menghadirkan format pertandingan dengan 128 peserta. Selain mengejar prestasi dan hadiah, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jaringan pertemanan serta membangun atmosfer positif di kalangan komunitas biliar.
Ia menambahkan, panitia juga berupaya memastikan pertandingan berlangsung tertib dengan menerapkan sejumlah ketentuan teknis. Peserta diwajibkan mematuhi aturan pertandingan, termasuk ketentuan keterlambatan, penggunaan peralatan, larangan bermain telepon genggam, merokok, vape maupun IQOS selama pertandingan berlangsung.
Aturan tersebut, kata Ari, bukan dimaksudkan untuk membatasi kenyamanan peserta, tetapi menjaga konsentrasi, ketertiban dan kualitas pertandingan.
“Yang paling penting adalah bagaimana turnamen ini berjalan fair, tertib dan menyenangkan bagi seluruh peserta,” demikian substansi penjelasan Ari kepada wartawan.
Dibuka dengan Nuansa Budaya Minangkabau
Rangkaian pembukaan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, juga dikemas cukup meriah. Panitia menjadwalkan penyambutan tamu dan peserta, makan bersama, kemudian pembukaan resmi turnamen.
Nuansa budaya Minangkabau turut dihadirkan melalui Tari Pasambahan dan pemberian sirih carano kepada tamu undangan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemutaran video profil Oriental Billiards, sambutan KONI Padang, POBSI Sumbar, pihak Oriental Billiards serta sambutan Wali Kota Padang sekaligus pembukaan kegiatan.
Rangkaian pembukaan kemudian dilengkapi Tari Selendang, sesi foto bersama panitia, peserta, undangan dan keluarga besar Oriental Billiards sebelum pertandingan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.
Kehadiran unsur budaya tersebut memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan antara kompetisi, silaturahmi dan identitas lokal.
Menguatkan Ekosistem Biliar Padang
Turnamen Wali Kota Cup bukan kegiatan yang sepenuhnya baru. Pada penyelenggaraan 2025, Oriental Billiards juga menggelar turnamen 128 peserta dalam rangka HJK Padang dan HUT Kemerdekaan RI. Saat itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan dukungannya terhadap kompetisi biliar sebagai sarana pembinaan prestasi dan peningkatan gairah olahraga masyarakat.
Dukungan terhadap berbagai cabang olahraga juga terlihat dalam sejumlah kegiatan olahraga di Kota Padang sepanjang 2026. Pemko Padang sebelumnya menyatakan olahraga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus mendorong lahirnya atlet berprestasi.
Karena itu, keberlanjutan Wali Kota Cup Seri II diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih jauh, turnamen dapat menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet biliar, khususnya bagi pemain muda yang membutuhkan ruang kompetisi secara rutin.
Pertandingan Dua Hari, Drawing 21 Agustus
Berdasarkan susunan acara panitia, pertandingan berlangsung selama dua hari. Hari pertama difokuskan pada pembukaan, penampilan bagan pertandingan dan dimulainya kompetisi. Sementara pada Minggu (23/8/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pendataan pemenang, penyerahan hadiah, foto pemenang dan penutupan.
Panitia juga menetapkan drawing pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB.
Dengan hadiah yang cukup besar dan peserta dari berbagai daerah, Wali Kota Cup Seri II diproyeksikan menjadi salah satu panggung penting bagi komunitas biliar Sumatera Barat. Di balik persaingan mengejar kemenangan, terdapat pesan yang lebih luas: olahraga bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang bagaimana kompetisi melahirkan persaudaraan, sportivitas dan prestasi.
Publikasi resmi Oriental Billiards juga telah mengumumkan turnamen 128 Pool Piala Bergilir Wali Kota Cup Seri II untuk 22–23 Agustus 2026 dengan total hadiah Rp81 juta.
(Rajo.A/MP)
