![]() |
| Revitalisasi SMKN 3 Pariaman diharapkan menghadirkan fasilitas belajar yang lebih nyaman dan representatif bagi siswa. |
Pariaman, MP----- Program Bantuan Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2026 di SMK Negeri 3 Pariaman, Kota Pariaman, Sumatera Barat, dengan nilai kontrak Rp4.114.882.000 kini memasuki tahap lanjutan. Berdasarkan keterangan Kepala SMKN 3 Pariaman, Alza Syofyan Andri B., S.Pd, progres pekerjaan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 70 persen.
Kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/8/2026), Alza mengatakan pihaknya optimistis sisa pekerjaan sekitar 30 persen dapat diselesaikan sebelum akhir November 2026.
"Untuk pekerjaan rehab telah selesai, tinggal lagi pekerjaan renovasi. Insyaallah sebelum akhir November pekerjaan telah selesai," ungkap Alza.
Program revitalisasi tersebut merupakan bantuan pemerintah yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, melalui Direktorat SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pelayanan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan memiliki nilai kontrak Rp4,114 miliar dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum selama 120 hari kalender, terhitung mulai 21 Mei hingga 17 September 2026.
Dengan progres yang telah mencapai 70 persen, pekerjaan kini difokuskan pada penyelesaian bagian renovasi. Pihak sekolah berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan serta keselamatan dan kesehatan kerja.
Alza menilai program revitalisasi tersebut sangat penting bagi SMKN 3 Pariaman, khususnya dalam mendukung tersedianya lingkungan belajar yang lebih representatif bagi siswa.
Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan vokasi memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas proses pembelajaran. Fasilitas yang lebih baik diharapkan dapat menunjang kegiatan teori maupun praktik siswa sehingga mereka semakin siap menghadapi tuntutan dunia kerja.
Pihak sekolah juga berharap proses pekerjaan yang masih berlangsung dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas pembelajaran siswa dan guru.
Di sisi lain, dengan nilai anggaran yang mencapai lebih dari Rp4,1 miliar, pelaksanaan proyek tersebut menjadi perhatian penting agar setiap pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi warga sekolah.
Pesan "Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja" yang tercantum pada papan proyek juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan, mengingat aktivitas konstruksi berlangsung di lingkungan pendidikan.
Jika seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target, revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan fasilitas pendidikan vokasi yang lebih aman, nyaman dan mendukung peningkatan kompetensi siswa SMKN 3 Pariaman.
(Rajo.A/MP)
