![]() |
| Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menerima apresiasi atas prestasi Pacu Jawi di AOE 2026. |
Banten, MP----- Tradisi budaya khas Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Pacu Jawi, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pacu Jawi meraih Juara I Nasional Lomba Video Kreatif Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan pada acara penutupan AOE ke-21 di Convention Center ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Video bertajuk “Warisan yang Terus Berlari” dinilai berhasil mengangkat Pacu Jawi bukan sekadar atraksi budaya, tetapi sebagai permainan anak nagari yang mengandung filosofi dan kearifan lokal masyarakat Tanah Datar.
Salah satu pesan kuat dalam video tersebut mengangkat filosofi, “Jawi saja harus berjalan lurus, apalagi manusia.” Pesan itu menggambarkan nilai kehidupan sekaligus mempertegas Pacu Jawi sebagai bagian penting dari identitas budaya Tanah Datar.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly yang hadir pada penutupan AOE 2026 mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada tim kreatif dan organisasi perangkat daerah yang berkolaborasi mempromosikan Pacu Jawi hingga dikenal luas, termasuk di tingkat internasional.
Menurut Ahmad Fadly, penghargaan tersebut harus menjadi momentum untuk memperluas promosi sekaligus memberikan dampak nyata bagi daerah.
“Ini bukan hanya tentang sebuah penghargaan, tetapi bagaimana budaya dan kearifan lokal Tanah Datar terus kita kenalkan kepada masyarakat luas. Pacu Jawi adalah identitas dan warisan budaya yang harus kita jaga dan terus kita promosikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, promosi tidak boleh berhenti pada kegiatan pameran maupun publikasi. Setiap peluang yang muncul harus ditindaklanjuti agar mampu mendorong kunjungan wisatawan, memperluas pasar produk lokal dan membuka peluang investasi.
“Jangan sampai setelah AOE selesai, promosi dan komunikasi juga berhenti. Kita harus menindaklanjuti setiap peluang yang muncul, sehingga keikutsertaan Tanah Datar benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi dan investasi bagi daerah,” tegasnya.
Ahmad Fadly menilai Pacu Jawi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon wisata dan budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Pengembangannya dapat dikaitkan dengan UMKM, kuliner, industri kreatif dan berbagai sektor pendukung pariwisata.
Sementara itu, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi mengatakan AOE ke-21 yang menjadi bagian dari rangkaian 26 tahun berdirinya Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menunjukkan perkembangan positif. Semakin banyak daerah yang memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan masing-masing.
Namun, menurutnya, peningkatan jumlah peserta dan produk yang dipamerkan harus dibarengi dengan peningkatan transaksi serta dampak ekonomi yang dirasakan daerah.
Indonesia, kata Bursah, memiliki kekayaan produk daerah yang sangat besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan hingga UMKM. Potensi tersebut harus dipromosikan dan dipasarkan secara optimal agar mampu memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap AOE ke depan tidak hanya menjadi ruang pamer produk unggulan daerah, tetapi berkembang menjadi pusat promosi, transaksi, investasi dan perluasan pasar.
Bagi Tanah Datar, keberhasilan Pacu Jawi meraih Juara I Nasional AOE 2026 menjadi modal penting untuk memperkuat citra daerah sekaligus membuktikan bahwa kekayaan budaya lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara kreatif, berkelanjutan dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.
(Bt/mp)
