Lubuk Sikaping, MP----- Kabupaten Pasaman kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berkat kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Pasaman, TP PKK, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, serta para kader hingga tingkat nagari dan jorong, daerah ini berhasil meraih Penghargaan Nasional Intervensi Penurunan Angka Anak Imunisasi Zero Dose (IZD) Tahun 2025–2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, bersama Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian, pada puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Makassar, Sulawesi Selatan, 11 Juli 2026.
Dari ribuan kabupaten/kota di Indonesia, hanya 14 daerah yang dinilai berhasil memenuhi indikator penurunan anak Zero Dose, dan Kabupaten Pasaman menjadi salah satu dari enam daerah di Provinsi Sumatera Barat yang memperoleh penghargaan bergengsi tersebut.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja nyata di lapangan melalui pelaksanaan program intervensi yang berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2025. Sinergi TP PKK bersama Kementerian Kesehatan RI difokuskan pada pendataan, penjangkauan, serta edukasi kepada keluarga yang anaknya belum pernah memperoleh imunisasi dasar (Zero Dose).
Para kader PKK bersama tenaga kesehatan mendatangi rumah-rumah warga hingga ke pelosok nagari dan jorong untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas layanan kesehatan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengedepankan komunikasi persuasif dan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya imunisasi dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kader, usai apel gabungan di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (3/8/2026), Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman, Ny. Lusi Welly Suhery, menyerahkan piagam penghargaan kepada Ketua Pokja IV TP PKK. Penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery dan Kepala Dinas Kesehatan Pasaman dr. Yong Marzuhaili.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman, Ny. Lusi Welly Suhery, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan milik seluruh kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang telah bekerja bersama memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari layanan imunisasi.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh kader untuk terus bergerak memberikan edukasi kepada masyarakat serta memastikan setiap anak di Kabupaten Pasaman mendapatkan perlindungan melalui imunisasi," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suhery menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
"Prestasi ini bukanlah tujuan akhir. Justru menjadi motivasi untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan cakupan imunisasi, dan memastikan lahirnya generasi Pasaman yang sehat, kuat, cerdas, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Keberhasilan Kabupaten Pasaman juga menjadi contoh bagi daerah lain bahwa upaya menurunkan angka anak Zero Dose tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, kader PKK, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan semangat gotong royong dan pelayanan yang menjangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah, Pasaman menunjukkan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari pemenuhan hak dasar kesehatan setiap anak.
(Idul Fitri/MP)
