-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pertamina Patra Niaga Persilakan Konfirmasi Kecelakaan Mobil Tangki ke Elnusa

Jumat, 28 Agustus 2026 | Agustus 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-28T09:45:20Z
Kantor PT Pertamina Patra Niaga Cabang Padang, Jalan Veteran Padang.


Padang, MP----- Humas PT Pertamina Patra Niaga Cabang Padang, Suroto, menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan secara rinci kecelakaan mobil tangki BBM yang menabrak sepeda motor hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia di kawasan Pekonina, Kabupaten Solok Selatan.


Penegasan tersebut disampaikan Suroto saat dihubungi wartawan, Rabu (26/8/2026), untuk mengklarifikasi status kendaraan, muatan BBM, perusahaan transportir, serta kemungkinan keterkaitannya dengan distribusi BBM Pertamina.


“Kalau terkait mobil tangki BBM yang menabrak pengendara sepeda motor sampai ada yang meninggal, itu bukan ranah saya untuk menjawabnya. Sudah beda,” ujar Suroto.


Ia menyarankan wartawan mengonfirmasi langsung kepada PT Elnusa selaku perusahaan transportir Pertamina yang berkantor di kawasan Depot Teluk Kabung.


“Coba cari informasi ke PT Elnusa selaku transportir Pertamina. Kantornya di Depot Teluk Kabung. Dia tersendiri itu,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Suroto juga mengungkapkan bahwa pihaknya mendengar adanya mobil-mobil tangki BBM yang diduga disulap atau dibuat menyerupai armada tangki BBM Pertamina resmi.


Menurutnya, kendaraan semacam itu bahkan disebut menggunakan lambang Pertamina secara lengkap sehingga secara tampilan menyerupai mobil tangki BBM resmi Pertamina.


“Kami mendengar ada mobil-mobil tangki BBM yang disulap menyerupai mobil tangki Pertamina resmi, memakai lambang Pertamina lengkap seperti mobil tangki BBM Pertamina yang resmi,” ungkapnya.


Suroto menegaskan, apabila terdapat kendaraan yang menggunakan atribut atau lambang Pertamina tetapi bukan merupakan armada resmi atau tidak memiliki hubungan resmi dengan Pertamina, maka kendaraan tersebut berada di luar tanggung jawab Pertamina.

“Mobil tangki seperti itu bukan tanggung jawab Pertamina,” tegasnya.


Kecelakaan maut di Pekonina terjadi pada Sabtu malam (15/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Mobil tangki BBM menabrak sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Aitra Yolda (31), yang saat itu membonceng istrinya, Yulida Hermi (30), dan anaknya, Mihran Gazel (6).


Aitra Yolda meninggal dunia di lokasi, sedangkan Yulida Hermi dan Mihran Gazel mengalami luka-luka.


Sebelumnya, Ketua DPC Hiswana Migas Sumatera Barat, Ridwan Husen, juga menyatakan kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut bukan merupakan kendaraan anggota Hiswana Migas Sumbar. Ia menyarankan konfirmasi lebih lanjut dilakukan kepada PT Elnusa di Depot Pertamina Bungus.


Dengan adanya keterangan tersebut, status kendaraan yang terlibat kecelakaan, perusahaan transportir, legalitas pengangkutan, serta asal dan tujuan muatan BBM masih perlu dipastikan melalui pihak yang memiliki kewenangan dan data terkait.


Keterangan resmi dari PT Elnusa dan aparat kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai identitas kendaraan dan pengemudi, termasuk apakah kendaraan tersebut merupakan armada resmi yang menjalankan kegiatan distribusi BBM Pertamina atau kendaraan yang hanya menyerupai armada resmi.

(Tim Media ASANTARA)

×
Berita Terbaru Update