-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Tiga Anak di Bawah Umur Diamankan Terkait Pencurian Lima Toko HP di Plaza Andalas

Rabu, 26 Agustus 2026 | Agustus 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-25T23:51:18Z
Tim 1 Klewang Satreskrim Polresta Padang mengamankan tiga anak di bawah umur yang diduga terlibat pencurian sejumlah toko di Plaza Andalas.


Padang, MP----- Aksi pencurian yang menyasar sejumlah toko handphone di kawasan Plaza Andalas, Kota Padang, berhasil diungkap Tim 1 Klewang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang. Polisi mengamankan tiga orang anak yang seluruhnya masih di bawah umur dan diduga terlibat dalam rangkaian pencurian tersebut.


Kasubnit Buser Satreskrim Polresta Padang, IPDA Ryan Fermana, mewakili Kasat Reskrim Kompol Muhammad Yasin, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima polisi, sedikitnya lima toko menjadi sasaran dalam dua kejadian yang berlangsung pada hari berbeda.


“Dari laporan yang kita terima, kurang lebih ada lima toko untuk dua kali kejadian,” ujar Ryan, Selasa (25/8/2026).


Aksi pertama dilaporkan terjadi pada Jumat, sementara pencurian berikutnya berlangsung pada Senin (24/8/2026) dini hari. Para pemilik toko baru mengetahui kejadian tersebut pada Senin pagi.


Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan kasus. Dari rekaman tersebut, polisi melakukan identifikasi terhadap ciri-ciri dan pergerakan para pelaku.


Sejumlah barang dilaporkan hilang, di antaranya telepon seluler baru, uang tunai hingga pakaian. Setelah identitas para pelaku diketahui, Tim 1 Klewang langsung melakukan pengejaran ke sejumlah lokasi di Kota Padang.


Pengejaran dilakukan mulai dari kawasan Gunung Pangilun, Siteba, Lapai, Jati, Marapalam, Simpang Lubuk Begalung, Pampangan, Bukit Putus hingga Teluk Bayur.


Polisi kemudian memperoleh informasi bahwa para pelaku bergerak menuju kawasan Bungus. Namun, saat pengejaran mengarah ke Teluk Bayur, petugas sempat kehilangan jejak karena para pelaku diduga mengubah arah perjalanan.


Titik terang akhirnya diperoleh setelah polisi menerima informasi dari jajaran TNI Angkatan Laut di Kodaeral II. Informasi tersebut menyebutkan adanya tiga anak yang masuk ke kawasan markas komando.


Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak TNI AL dan mendatangi lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, ketiga anak tersebut ternyata sesuai dengan identifikasi yang sebelumnya diperoleh polisi dari penyelidikan kasus pencurian di Plaza Andalas.


“Rekan-rekan TNI AL menginformasikan kepada kita sehingga kita berkoordinasi dan mendatangi lokasi. Ternyata benar, tiga anak yang masuk ke markas komando Kodaeral II tersebut merupakan pelaku yang teridentifikasi melakukan pencurian di Plaza Andalas,” jelas Ryan.


Dari hasil pendalaman sementara, polisi masih menelusuri keberadaan barang-barang hasil pencurian. Sebagian telepon seluler diketahui telah berpindah tangan. Satu unit disebut masih berada di wilayah Surian, sedangkan satu unit lainnya diduga telah dijual melalui marketplace.


Uang hasil pencurian juga tidak seluruhnya berhasil diamankan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, sebagian uang telah digunakan untuk membeli sepeda motor, sementara sebagian lainnya digunakan untuk bermain warnet dan keperluan lain.


Sebelum diamankan, salah seorang pelaku juga sempat bergerak menuju wilayah Surian dan Bukittinggi. Polisi terus mengikuti pergerakan mereka hingga akhirnya keberadaan ketiganya diketahui.


Dalam pemeriksaan awal, salah seorang anak mengaku hendak menuju tempat neneknya di Mentawai.


“Saya mau ke tempat nenek di Mentawai. Saya kira ini pelabuhan Bungus, ternyata bukan pelabuhan Bungus,” ujar anak tersebut.


Polisi memastikan ketiga orang yang diamankan masih berusia di bawah umur. Karena itu, proses hukum terhadap mereka akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait anak yang berhadapan dengan hukum.


Saat ini, ketiga anak beserta barang bukti yang telah ditemukan diamankan di Mapolresta Padang. Tim 1 Klewang masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk peran masing-masing anak serta menelusuri barang hasil pencurian yang belum ditemukan.


Kasus ini sekaligus menjadi perhatian karena aksi pencurian menyasar sedikitnya lima toko dalam dua kejadian, sementara para terduga pelaku masih tergolong anak di bawah umur. Polisi masih melanjutkan penyidikan dengan tetap mengedepankan ketentuan hukum dan perlindungan terhadap anak.

(Red)

×
Berita Terbaru Update