![]() |
| Tim pelaksana PT Adhi Karya mulai bekerja di lokasi sejak minggu kedua Juli 2026. |
Pariaman, MP----- Harapan untuk kembali memiliki ruang belajar yang lebih layak mulai menemukan titik terang di MTs Pondok Pesantren Tapuz, Kota Pariaman. Setelah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025, fasilitas pendidikan tersebut kini memasuki tahap renovasi melalui program Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Sumatera Barat 1 Tahap 2 Kementerian Pekerjaan Umum.
![]() |
| Renovasi MTs Pondok Pesantren Tapuz ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. |
Pantauan wartawan momenpembaruan.com di lokasi, Selasa (18/8/2026), aktivitas pekerjaan telah berlangsung. Pelaksana Lapangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk KSO PT Graha Bangun Persada, Tomi Suprapto, mengatakan timnya telah berada di lokasi selama sekitar tiga minggu untuk mempersiapkan dan mengerjakan pekerjaan renovasi.
“Sudah tiga kali Jumat kita di sini, sejak dari minggu kedua bulan Juli,” ujar Tomi saat ditemui wartawan di lokasi pekerjaan.
Menurut Tomi, pekerjaan renovasi tersebut mencakup sejumlah bagian penting bangunan, mulai dari penggantian rangka dan atap hingga konsen pintu dan jendela, lantai serta pengecatan. Untuk material tertentu, khususnya kayu, penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan kondisi bangunan serta hasil pembahasan dengan pihak pesantren.
“Bisa nanti bahannya kayu, tergantung dari pihak pesantren,” jelasnya.
Hingga Selasa (18/8/2026), progres pekerjaan baru mencapai sekitar 15 persen. Meski demikian, pihak pelaksana optimistis pekerjaan dapat dikebut sesuai jadwal sehingga keseluruhan renovasi ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026.
“Akhir bulan Oktober ini kita usahakan pekerjaan telah selesai,” kata Tomi optimistis.
Pengawasan Tetap Berjalan
Dalam pelaksanaan pekerjaan, aspek pengawasan juga menjadi perhatian. Tomi menyebut terdapat dua tenaga dari konsultan pengawas yang melakukan pengawasan di lapangan.
“Kebetulan jam segini konsultan tidak berada di lokasi, kemungkinan mutar ke lokasi lainnya,” ungkapnya.
Konsultan pengawas yang tercantum dalam papan informasi proyek adalah PT Bennatin Surya Cipta. Sementara pekerjaan dilaksanakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk KSO PT Graha Bangun Persada di bawah pemberi tugas Kementerian Pekerjaan Umum.
Papan proyek mencantumkan kegiatan tersebut sebagai Renovasi & Relokasi MTs Pondok Pesantren Tapuz Kota Pariaman, bagian dari Proyek Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Sumatera Barat 1 Tahap 2.
Paket pekerjaan menggunakan Nomor Kontrak 55/PJK/HK0201/Gs6/2026 dan Nomor SPMK 31/SPMK/PJK/Gs6/2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp111.839.112.000 termasuk PPN untuk 56 lokasi.
Pesantren Menanti Bangunan yang Lebih Layak
Bagi pihak pesantren, renovasi tersebut bukan sekadar pekerjaan konstruksi. Perbaikan bangunan diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan dan keamanan lingkungan pendidikan bagi para santri serta tenaga pendidik.
Ilham Fauzi, Pembina Pesantren, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Sumatera Barat Kementerian PU atas perhatian dan penanganan terhadap fasilitas pesantren yang terdampak bencana.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat berarti bagi keberlangsungan proses pendidikan di lingkungan pesantren. Ia berharap pekerjaan dapat berjalan lancar, dilaksanakan dengan kualitas yang baik dan selesai sesuai target, sehingga fasilitas tersebut kembali dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pihak pesantren juga berharap hasil renovasi nantinya tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi menghadirkan bangunan yang lebih aman, nyaman dan mendukung kegiatan belajar-mengajar para santri.
“Kami tentu sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah, khususnya Satker PPS Sumbar Kementerian PU. Harapannya pekerjaan berjalan lancar dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi pesantren dan para santri,” ujar Ilham.
Renovasi MTs Pondok Pesantren Tapuz menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan fasilitas pelayanan publik yang terdampak bencana. Di tengah proses pembangunan yang masih berjalan, progres 15 persen menjadi awal dari harapan baru bagi keluarga besar pesantren.
Jika target pelaksanaan tercapai, akhir Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum kembalinya fasilitas pendidikan tersebut dalam kondisi yang lebih layak, aman dan nyaman untuk menunjang aktivitas para santri.
Bagi masyarakat dan keluarga besar Pondok Pesantren Tapuz, pembangunan ini bukan hanya tentang mengganti atap, lantai, rangka atau mengecat kembali bangunan. Lebih jauh, renovasi tersebut menjadi bagian dari pemulihan kehidupan pendidikan setelah bencana—sekaligus tanda bahwa fasilitas yang sempat terdampak perlahan kembali dibangun untuk masa depan generasi muda.
(Rajo.A/MP)

