![]() |
| Wagub Sumbar Vasco Roseimy menyampaikan komitmennya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui program pendidikan berkualitas. |
Sijunjung, MP----- Pembangunan pendidikan tidak boleh berhenti pada pembangunan gedung sekolah yang megah. Jauh lebih penting dari itu adalah memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan menyiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.
Pesan tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Roseimy saat menyoroti pentingnya penguatan program pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan Sekolah Rakyat, Sekolah Terintegrasi, dan Sekolah Garuda di Sumatera Barat.
Menurut Vasco, pembangunan sekolah harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang bangsa. Infrastruktur pendidikan memang penting, tetapi kualitas manusia yang lahir dari sistem pendidikan tersebut akan menjadi penentu utama masa depan Indonesia.
«“Kalau hari ini kita gagal memberi mereka kesempatan, jangan kaget kalau 20 tahun lagi Indonesia tertinggal,” tegas Vasco.»
Ia menilai masih banyak anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan dan potensi besar, namun belum memperoleh akses serta kesempatan pendidikan yang memadai. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab pemerintah secara serius dan berkelanjutan.
“Harus kita akui, pendidikan kita masih punya banyak pekerjaan rumah. Masih ada anak-anak hebat yang bukan tidak pintar, tetapi belum mendapatkan kesempatan,” ujarnya.
Karena itu, Vasco memandang kehadiran Sekolah Rakyat, Sekolah Terintegrasi, dan Sekolah Garuda bukan sekadar pembangunan fasilitas pendidikan baru. Program tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari strategi besar negara dalam menciptakan generasi unggul yang mampu menghadapi persaingan global.
Tahun ini, pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan tersebut akan mulai diwujudkan di Sumatera Barat. Sekolah-sekolah itu diarahkan memiliki fasilitas modern dan berkualitas serta memberikan akses pendidikan secara gratis bagi anak-anak yang membutuhkan.
Bagi Vasco, manfaat pembangunan tersebut mungkin belum langsung terlihat dalam waktu singkat. Namun, investasi pendidikan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dalam jangka panjang.
“Bayangkan beberapa tahun ke depan. Anak-anak yang hari ini kita beri kesempatan, kelak bisa menjadi dokter, ilmuwan, insinyur, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus mengambil peran aktif agar program penguatan SDM tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas. Dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, dunia pendidikan, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar program tersebut benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan.
Vasco bahkan menyatakan komitmennya untuk mengawal agar pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan semakin kuat di Sumatera Barat.
“Doakan saya. Saya akan pasang badan agar program pembangunan SDM ini semakin kuat hadir di Sumatera Barat,” tegasnya.
Bagi Sumatera Barat, agenda tersebut memiliki arti strategis. Daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan dan intelektual di Indonesia dituntut tidak hanya mempertahankan tradisi keilmuan, tetapi juga memastikan anak-anak dari berbagai latar belakang memperoleh akses terhadap pendidikan berkualitas.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan pendidikan bukan semata-mata berapa banyak gedung sekolah yang berdiri, melainkan berapa banyak anak yang berhasil keluar dari keterbatasan, menemukan potensinya, dan kemudian memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Jika kita ingin Indonesia dihormati dunia, kita harus mulai dengan membangun manusianya,” pungkas Vasco.
(Red/tim-VR)
