-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

BTS Sitinjau Lauik Diresmikan, Andre Rosiade Soroti Hilangnya 15 Tiang Telkom

Minggu, 06 September 2026 | September 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-06T01:37:51Z
Andre Rosiade meresmikan BTS Telkomsel di kawasan Tahura Bung Hatta, Sitinjau Lauik.


Padang, MP----- Infrastruktur telekomunikasi di kawasan Tahura Bung Hatta, Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, resmi diresmikan. Kehadiran Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel tersebut diharapkan memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas layanan komunikasi bagi masyarakat dan pengguna jalur Padang–Solok.

Infrastruktur telekomunikasi menjadi perhatian dalam kunjungan Andre Rosiade ke Sitinjau Lauik.


Peresmian BTS itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra, H. Andre Rosiade. Di balik hadirnya infrastruktur baru tersebut, Andre mengungkap persoalan serius terkait keamanan aset telekomunikasi di kawasan Lubuk Paraku.


Menurut Andre, sebanyak 15 tiang Telkom di kawasan Lubuk Paraku dilaporkan hilang akibat pencurian. Hilangnya tiang penyangga jaringan tersebut kemudian berdampak terhadap kabel fiber optik yang mengalami gangguan, sehingga berimbas pada terputusnya layanan sinyal masyarakat. Peristiwa kehilangan tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.


Andre menilai persoalan tersebut tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kerugian terhadap perusahaan telekomunikasi. Infrastruktur jaringan merupakan fasilitas yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik, sehingga kerusakannya dapat mengganggu aktivitas masyarakat.


“Alhamdulillah, BTS Telkomsel di Tahura Bung Hatta, Sitinjau Lauik, Lubuk Kilangan, Kota Padang telah kita resmikan. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Andre.


Namun, ia menyayangkan masih terjadinya aksi pencurian terhadap aset telekomunikasi yang berujung pada terganggunya pelayanan publik.


“Kita juga menemukan persoalan serius, 15 tiang Telkom di kawasan Lubuk Paraku hilang akibat pencurian, yang kemudian menyebabkan gangguan fiber optik dan berdampak pada sinyal masyarakat,” tegasnya.


Andre menekankan, pembangunan infrastruktur digital harus diiringi dengan kesadaran bersama untuk menjaga keberlanjutannya. Menurutnya, fasilitas telekomunikasi yang dibangun untuk kepentingan masyarakat akan kehilangan manfaat apabila tidak mendapat pengamanan dan perawatan yang memadai.


Ia mengajak masyarakat bersama aparat terkait meningkatkan kepedulian terhadap fasilitas publik, terutama infrastruktur telekomunikasi yang berada di lokasi terpencil dan memiliki fungsi strategis.

“Mari kita jaga bersama setiap fasilitas publik agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.


Sebelumnya, pembangunan BTS di Sitinjau Lauik memang diproyeksikan untuk memperkuat konektivitas di jalur Padang–Solok yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan dan longsor. Keberadaan jaringan komunikasi yang stabil dinilai penting, terutama untuk mempercepat komunikasi ketika terjadi keadaan darurat. 


Karena itu, Andre berharap pengamanan terhadap aset telekomunikasi menjadi bagian penting dari pengembangan infrastruktur digital di Sumatera Barat. Tidak hanya pemerintah dan operator telekomunikasi, masyarakat juga dinilai memiliki peran penting dalam memastikan fasilitas tersebut tetap berfungsi dan memberikan manfaat jangka panjang.

(Red/tim-AR)


Dengan demikian, peresmian BTS Tahura Bung Hatta bukan sekadar penambahan infrastruktur jaringan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa konektivitas digital merupakan fasilitas publik yang harus dijaga bersama.

×
Berita Terbaru Update