![]() |
| Karena Kepala SMAN 2 Ranah Pesisir berhalangan hadir di sekolah, Waka Humas dan Waka Sapras menyambut dan memberikan keterangan atas kondisi sekolah SMA Negeri 2 Ranah Pesisir |
Ranah Pesisir, MP----- SMAN 2 Ranah Pesisir mendapat angin segar pada tahun anggaran 2026. Sekolah tersebut menerima alokasi bantuan pembangunan dan rehabilitasi gedung senilai Rp1,8 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Pihak sekolah menyambut positif kucuran dana tersebut. Namun, saat wartawan berkunjung ke sekolah dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB, Kepala SMAN 2 Ranah Pesisir, Marnaini, S.Pd., tidak berada di tempat.
Berdasarkan penjelasan dari Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sapras), Yulisra Kasna, S.Pd., M.Pd.E., serta Waka Humas, Wediawati, S.Pd., pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada rekan media dan menjelaskan bahwa Kepala Sekolah sedang melaksanakan agenda dinas luar ke Painan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian dari pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah ini kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat. Dana ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya demi menunjang kegiatan belajar mengajar,” ujar Yulisra Kasna saat dihubungi wartawan, Selasa (22/9/2026).
Pembenahan Fasilitas Vital Jadi Prioritas
Kucuran anggaran ini menjadi jawaban atas keterbatasan sarana dan prasarana yang dihadapi SMAN 2 Ranah Pesisir. Yulisra menjelaskan, kondisi fisik sekolah saat ini masih memerlukan banyak pembenahan di berbagai sektor.
Sejumlah fasilitas yang masuk dalam pembenahan dan usulan prioritas meliputi:
Rehabilitasi dan Pembangunan Ruang Kelas: Pembangunan 2 unit ruang kelas baru serta perbaikan laboratorium IPA.
Fasilitas Penunjang: Perbaikan ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang Tata Usaha (KTU), ruang majelis guru, pemagaran area sekolah, serta perbaikan WC sekolah.
Sarana Olahraga: Pembenahan lapangan olahraga (basket dan voli) yang saat ini dalam kondisi rusak, walau penganggarannya masih dalam tahap pendataan.
Untuk operasional harian, pemeliharaan gedung sekolah saat ini mengandalkan anggaran yang terbatas, dengan dibantu oleh dua orang petugas inventaris dan dua orang petugas kebersihan honorer. Pihak sekolah juga terus mengedukasi para siswa agar memiliki rasa tanggung jawab dalam merawat fasilitas belajar.
“Kendala utama kami adalah keterbatasan sarana. Solusinya, kami terus aktif mengajukan dukungan dan bantuan ke pemerintah daerah maupun pusat,” tambah Yulisra.
Penguatan Hubungan Masyarakat dan Kemitraan
Sejalan dengan pembenahan fisik, SMAN 2 Ranah Pesisir juga fokus memperkuat citra dan kemitraan dengan berbagai pihak. Waka Humas SMAN 2 Ranah Pesisir, Wediawati, S.Pd., mengungkapkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membangun sinergi yang solid dengan pihak internal, eksternal, maupun tokoh masyarakat.
Meskipun baru menjabat selama dua bulan, Wediawati berkomitmen memberikan transparansi dan informasi terbaik mengenai perkembangan sekolah melalui saluran media sosial resmi.
Beberapa langkah strategis Humas SMAN 2 Ranah Pesisir meliputi:
Kemitraan Luas: Menjalin kerja sama aktif dengan perguruan tinggi (negeri dan swasta), Puskesmas, Kepolisian, Kejaksaan, hingga KUA.
Komunikasi Transparan: Mengagendakan pertemuan rutin dengan orang tua/wali murid sejak penerimaan siswa baru dan momen pembagian rapor untuk menyerap masukan. Pihak sekolah juga menyampaikan penetapan uang komite sebesar Rp60.000 secara terbuka kepada orang tua siswa.
Peran Alumni: Merangkul potensi alumni yang telah berkarier di berbagai bidang—seperti dosen, dokter, pengacara, hingga wartawan—untuk memberikan motivasi kepada para siswa.
Sinergi Lingkungan: Aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, termasuk memenuhi undangan dari Wali Nagari setempat.
Dengan perpaduan bantuan fisik senilai Rp1,8 miliar serta manajemen hubungan masyarakat yang makin terbuka, SMAN 2 Ranah Pesisir optimistis mampu meningkatkan mutu pendidikan dan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
(Idul Fitri/red)
