-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Deva Firdaus Resmi Pimpin HMI Cabang Padang, Bawa Gagasan “HMI Transformatif”

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T13:25:43Z
Foto bersama usai pelantikan Pengurus HMI Cabang Padang periode 2026–2027 di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).


Padang, MP----- Kepemimpinan baru Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang periode 2026–2027 resmi dimulai. Deva Firdaus Maha Putra dilantik sebagai nahkoda baru organisasi kemahasiswaan tersebut dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).


Pelantikan ini tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menandai dimulainya babak baru perjalanan HMI Cabang Padang dalam menjalankan fungsi kaderisasi, pengabdian dan pengawalan terhadap berbagai persoalan masyarakat.


Dengan mengusung semangat “HMI Transformatif”, kepengurusan baru di bawah Deva Firdaus Maha Putra diharapkan mampu membawa organisasi lebih adaptif menghadapi perubahan zaman, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai dasar perjuangan HMI.


Prosesi pelantikan berlangsung tertib dan penuh khidmat. Pengucapan ikrar serta pengambilan sumpah jabatan menjadi simbol peneguhan tanggung jawab moral dan organisatoris para pengurus untuk menjalankan amanah selama satu periode ke depan.


Sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan turut menghadiri momentum tersebut. Di antaranya Direktur Intelkam Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Riki Kurniawan, S.I.K., M.H., serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Padang.


Dari jajaran Pengurus Besar HMI, hadir Kabid PAO PB HMI Sukrin dan Wasekjen Eksternal PB HMI Dini Yuliana Solin. Kehadiran jajaran PB HMI tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan struktural sekaligus memberikan dukungan terhadap proses regenerasi kepemimpinan di tingkat cabang.


Kehadiran berbagai unsur tersebut juga memperlihatkan posisi strategis organisasi mahasiswa dalam ruang sosial dan kebangsaan. Di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi kelompok yang kritis, tetapi juga mampu menawarkan gagasan dan solusi terhadap persoalan publik.


Tantangan Kepemimpinan Baru


Di bawah kepemimpinan Deva, gagasan HMI Transformatif menjadi pijakan untuk mengembangkan arah organisasi selama periode 2026–2027. Konsep tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diwujudkan melalui program dan gerakan yang menyentuh kebutuhan kader maupun masyarakat.


Penguatan intelektualitas kader menjadi salah satu fondasi penting. HMI sebagai organisasi mahasiswa dituntut mampu melahirkan kader yang memiliki kemampuan akademik, daya kritis, keberanian menyampaikan pendapat serta kecakapan membaca perubahan sosial dan perkembangan teknologi.


Di sisi lain, kaderisasi juga harus berjalan seiring dengan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran organisasi mahasiswa akan semakin bermakna apabila mampu menerjemahkan gagasan menjadi kerja nyata dan ikut memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Semangat tersebut selaras dengan tujuan HMI sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 Anggaran Dasar HMI, yakni membentuk insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.


Karena itu, kepengurusan baru memiliki pekerjaan yang tidak ringan. Selain memastikan roda organisasi berjalan secara profesional, pengurus dituntut menjaga integritas, independensi dan marwah HMI dalam setiap aktivitasnya.


Kritik terhadap kebijakan publik, misalnya, diharapkan tetap disampaikan secara konstruktif dengan mengedepankan argumentasi, data dan solusi. Sikap kritis mahasiswa akan memiliki daya dorong yang lebih kuat ketika dibarengi kapasitas intelektual dan tanggung jawab sosial.


Regenerasi dan Masa Depan Organisasi


Pelantikan pengurus baru sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi yang menentukan keberlanjutan HMI Cabang Padang. Regenerasi bukan hanya persoalan pergantian nama dalam struktur kepengurusan, melainkan proses menyiapkan generasi yang mampu melanjutkan nilai, tradisi intelektual dan perjuangan organisasi.


Tantangan ke depan juga semakin beragam. Perubahan teknologi informasi, dinamika sosial, persoalan ekonomi masyarakat, perkembangan demokrasi hingga berbagai isu kebangsaan membutuhkan respons organisasi mahasiswa yang cepat, cerdas dan tetap berintegritas.


Dalam konteks tersebut, HMI Transformatif memiliki ruang untuk diterjemahkan sebagai gerakan yang mampu mempertemukan kekuatan kaderisasi dengan kebutuhan masyarakat.


Deva Firdaus Maha Putra beserta jajaran pengurus baru kini memiliki tanggung jawab untuk membuktikan gagasan tersebut melalui kerja konkret selama satu periode kepemimpinan.


Keberhasilan kepengurusan tidak semata diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari seberapa jauh organisasi mampu meningkatkan kualitas kader, memperkuat kontribusi sosial, menjaga independensi serta menghadirkan gagasan yang relevan bagi umat dan bangsa.


Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2027, HMI Cabang Padang memasuki fase baru. Amanah kepemimpinan kini berada di tangan generasi baru yang diharapkan mampu menjadikan organisasi sebagai ruang pembentukan karakter, intelektualitas sekaligus pengabdian.


HMI Transformatif pada akhirnya bukan hanya tentang perubahan struktur kepengurusan, tetapi tentang keberanian menghadirkan perubahan melalui kader yang berpikir kritis, bekerja nyata dan bertanggung jawab terhadap masa depan masyarakat serta bangsa.

(MP)

×
Berita Terbaru Update