-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

DPN ASANTARA Bahas Penguatan Bisnis Media dan Profesionalisme Jurnalistik di Era Digital

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T14:27:52Z
Momen kebersamaan usai perbincangan DPN ASANTARA.


Padang, MP----- Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) membahas penguatan organisasi, pengembangan bisnis media, dan peningkatan profesionalisme jurnalistik dalam menghadapi perubahan ekosistem digital. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan jajaran pengurus DPN ASANTARA bersama Dewan Pembina Irjen. Pol. Purn. Drs. M. Zaklin Leter, SH, di kediamannya di Padang, Selasa (1/9/2026).

Silaturahmi DPN ASANTARA dalam suasana penuh keakraban.


Ketua Umum DPN ASANTARA Drs. H. Marlis, MM, C.Med, mengatakan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap industri media. Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut cara masyarakat memperoleh informasi, tetapi juga menyentuh pola pengelolaan perusahaan media dan model bisnis yang harus dikembangkan agar tetap berkelanjutan.


Dalam perbincangan tersebut, Marlis menyoroti pentingnya perusahaan media memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.


Menurutnya, media online saat ini dituntut bekerja cepat dalam menyampaikan informasi. Namun, kecepatan tersebut harus tetap diimbangi dengan akurasi, verifikasi, keberimbangan dan tanggung jawab kepada publik.


“Media bukan hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” menjadi salah satu pokok pikiran yang mengemuka dalam pembahasan mengenai masa depan media digital.


Selain aspek jurnalistik, pembahasan juga menekankan pentingnya penguatan sektor usaha. Perusahaan media membutuhkan model bisnis yang sehat untuk menjaga keberlangsungan operasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan teknologi dan memperkuat kapasitas redaksi.


Karena itu, DPN ASANTARA melihat pengembangan bidang usaha dan ekonomi sebagai salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem perusahaan media yang lebih kuat.


Dalam konteks tersebut, Koordinator Bidang Usaha dan Ekonomi DPN ASANTARA Mukhtisar, SH, turut memberikan pandangan mengenai peluang pengembangan sektor usaha yang dapat mendukung perusahaan media di tengah perubahan pola bisnis akibat digitalisasi.


Sementara Tokoh Entrepreneurship Eka Kurniawan memberikan perspektif dari sisi kewirausahaan. Pembahasan diarahkan pada pentingnya kemampuan membaca perubahan, menangkap peluang dan membangun inovasi agar usaha media tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang di tengah persaingan.


Wakil Ketua Umum DPN ASANTARA Darmen Rajo Alam juga ikut dalam diskusi yang membahas dinamika media online serta berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan dan pekerja media di lapangan.


Pertemuan tersebut tidak hanya membahas persoalan bisnis. Dewan Pembina DPN ASANTARA, M. Zaklin Leter, turut berbagi pengalaman selama menjalankan pengabdian di Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Pengalaman panjangnya di kepolisian menjadi bagian menarik dalam perbincangan, terutama ketika dikaitkan dengan persoalan kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan menghadapi berbagai situasi di tengah masyarakat.


Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan refleksi mengenai pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan ketika diterapkan dalam pengelolaan organisasi dan perusahaan media.


Dalam diskusi itu, pengalaman M. Zaklin Leter di kepolisian bertemu dengan perspektif Marlis mengenai dunia usaha dan media. Dua bidang yang berbeda tersebut kemudian menjadi bahan pertukaran gagasan mengenai kepemimpinan, pengelolaan organisasi, pelayanan kepada masyarakat dan menghadapi perubahan zaman.


Bagi DPN ASANTARA, penguatan organisasi menjadi semakin penting seiring pertumbuhan media online di Indonesia. Organisasi tidak hanya diharapkan menjadi wadah komunikasi antarperusahaan media, tetapi juga dapat mendorong peningkatan kapasitas anggota, membangun jejaring, membuka peluang kolaborasi dan memperkuat aspek usaha.


Perubahan teknologi juga membuat persaingan antarplatform informasi semakin ketat. Media konvensional dan media online sama-sama menghadapi perubahan perilaku pembaca, sementara platform media sosial turut menjadi sumber utama masyarakat mendapatkan informasi.


Kondisi tersebut menempatkan perusahaan media pada tantangan ganda. Di satu sisi harus mampu mengikuti kecepatan teknologi dan perubahan perilaku audiens, sementara di sisi lain tetap dituntut mempertahankan standar jurnalistik.


Dalam situasi seperti itu, kredibilitas menjadi salah satu modal utama media. Informasi yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi pembeda di tengah derasnya arus konten digital.


Diskusi antara jajaran DPN ASANTARA dan Dewan Pembina tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Secangkir kopi yang tersaji di meja menemani percakapan yang berkembang dari cerita pengalaman pengabdian hingga pembahasan mengenai peluang usaha media.


Pertemuan itu sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman antara generasi yang memiliki latar belakang berbeda. Pengalaman panjang M. Zaklin Leter di kepolisian, pengalaman Marlis dalam dunia usaha dan media, serta perspektif entrepreneurship dan pengembangan ekonomi menjadi satu rangkaian pembahasan untuk melihat tantangan media ke depan.


DPN ASANTARA selanjutnya diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara profesionalisme jurnalistik dan kemampuan pengelolaan usaha. Dengan demikian, perusahaan media anggota tidak hanya mampu menghadirkan informasi yang berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang kuat untuk menghadapi perkembangan industri media digital.

(TimASANTARA)

×
Berita Terbaru Update