-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

SMPN 25 Padang Lolos Lima Besar Sekolah Sehat, Perkuat UKS dan Budaya Hidup Bersih

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T13:17:53Z
Kepala SMPN 25 Padang Herry Susanto, M.Pd., memberikan keterangan terkait keberhasilan sekolah masuk lima besar sekolah sehat tingkat Kota Padang.


Padang, MP----- SMP Negeri 25 Padang berhasil masuk dalam lima besar seleksi sertifikasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) standar tingkat Kota Padang. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat budaya hidup bersih dan sehat sekaligus membangun karakter peserta didik melalui lingkungan pendidikan yang sehat, bersih dan nyaman.


Kepala SMP Negeri 25 Padang, Herry Susanto, M.Pd., mengatakan keberhasilan tersebut diperoleh setelah sekolah melengkapi berbagai persyaratan dan indikator yang ditetapkan dalam proses penilaian UKS.


“Alhamdulillah, setelah kita lengkapi semua persyaratannya, sekolah kita lolos lima besar tingkat Kota Padang,” ujar Herry kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).


Dalam seleksi tersebut, SMP Negeri 25 Padang bersaing dengan sejumlah sekolah lainnya yang juga dinyatakan masuk lima besar, yakni SMP Negeri 8 Padang, SMP Negeri 11 Padang, SMP Pembangunan Universitas Negeri Padang (UNP), dan SMP Semen Padang.


Herry menjelaskan, sertifikasi UKS merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan setiap tahun dengan melibatkan unsur kesehatan, pendidikan dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang. Penilaian mencakup sekolah pada jenjang SD hingga SMP dengan sejumlah indikator yang telah ditetapkan.


Menurutnya, keberadaan UKS di sekolah bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif. Lebih dari itu, UKS menjadi sarana untuk membangun kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya kesehatan, kebersihan serta pola hidup sehat.


Untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut, SMPN 25 Padang membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Di antaranya dengan puskesmas dalam penguatan program UKS dan sekolah sehat.


Sekolah juga menjalin kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA), khususnya dalam pembinaan karakter peserta didik, termasuk kegiatan baca tulis Al-Qur'an. Sementara dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sekolah melakukan pembinaan terkait program Adiwiyata dan kepedulian terhadap lingkungan.


Selain itu, SMPN 25 Padang juga berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk Panca Daya Kota Padang dalam upaya membangun kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan.


“Intinya ini semata-mata bukan lomba. Ini sebagai penanaman nilai karakter kebersihan dan budaya lingkungan, baik bagi warga sekolah maupun lingkungan sekitar,” katanya.


Herry mengakui, persiapan mengikuti seleksi tersebut bukan perkara mudah, terlebih dirinya masih tergolong baru memimpin SMPN 25 Padang. Namun, dukungan para guru, tenaga kependidikan dan seluruh warga sekolah membuat pihaknya optimistis dapat memberikan hasil terbaik.


“Cukup berat, pertama saya masih baru di sini. Tetapi saya dengan teman-teman optimis mengikuti lomba ini. Dengan adanya lomba ini menjadi pemicu bagi kita untuk berusaha menjadi yang terbaik,” ujarnya.


Berbagai pembenahan dilakukan sekolah sebagai bagian dari persiapan penilaian. Ruang UKS dipersiapkan, lingkungan sekolah ditata dan dibenahi, sementara sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan pembentukan karakter siswa terus diperkuat.


Kegiatan tersebut antara lain pemeriksaan kesehatan siswa, pembiasaan konsumsi makanan bergizi, salat Duha berjamaah serta salat Zuhur berjamaah.


Herry menegaskan, pelaksanaan UKS pada prinsipnya bertumpu pada tiga aspek utama, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan manajemen kesehatan.


Ketiga aspek tersebut menjadi landasan bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat dan karakter positif peserta didik.


Menurut Herry, masuknya SMPN 25 Padang dalam lima besar bukan semata-mata soal prestasi dalam sebuah kompetisi. Momentum tersebut diharapkan menjadi pemicu agar budaya bersih, sehat, peduli lingkungan dan berkarakter dapat terus tumbuh sebagai kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.


“Yang paling penting bagaimana nilai-nilai ini menjadi budaya di sekolah dan diterapkan oleh seluruh warga sekolah,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update