-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Fadly Amran Buka Musda IX LKAAM Padang, Perkuat Peran Adat Menuju Kota Berbudaya dan Bermartabat

Rabu, 23 September 2026 | September 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T12:32:21Z
Wali Kota Padang Fadly Amran membuka secara resmi Musda IX LKAAM Kota Padang, Selasa (22/9/2026).


Padang, MP----- Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Selasa (22/9/2026).


Musda IX menjadi momentum penting bagi LKAAM Kota Padang dalam menentukan kepengurusan periode 2026–2031 sekaligus memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah dinamika pembangunan dan kehidupan masyarakat perkotaan.


Mengusung tema “Memperkuat Peran LKAAM Kota Padang dalam Mewujudkan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah Menuju Kota Padang yang Berbudaya, Bermartabat dan Religius”, musyawarah ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi para pemangku adat untuk merumuskan arah organisasi lima tahun ke depan.


Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran menegaskan pentingnya keberadaan lembaga adat sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya Minangkabau sekaligus memperkuat karakter masyarakat Kota Padang.


Menurutnya, nilai-nilai adat dan agama merupakan landasan penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berbudaya, bermartabat, serta menjunjung tinggi norma dan kearifan lokal.


“LKAAM memiliki peran strategis dalam menjaga dan melestarikan adat Minangkabau. Kita berharap Musda ini melahirkan kepengurusan yang mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya sebagai identitas masyarakat Kota Padang,” katanya.


Musda IX LKAAM Kota Padang turut dihadiri Ketua LKAAM Sumatera Barat, Fauzi Bahar Datuak Sati, beserta jajaran pengurus, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang, serta Ketua LKAAM Kota Padang, Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo.


Hadir pula pengurus LKAAM tingkat kecamatan dan Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kota Padang, yang menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan adat dan kehidupan sosial masyarakat.


Pemilihan kepengurusan periode 2026–2031 menjadi salah satu agenda utama Musda IX. Proses ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan peran pemangku adat, serta mendorong regenerasi kepemimpinan dalam tubuh LKAAM Kota Padang.


Di tengah perkembangan Kota Padang sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan kebudayaan di Sumatera Barat, keberadaan lembaga adat dinilai memiliki ruang penting untuk terus berkontribusi dalam menjaga jati diri masyarakat.


Melalui Musda IX, LKAAM Kota Padang diharapkan semakin mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, sehingga nilai-nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah tetap hidup dan menjadi bagian dari pembangunan kota yang berakar pada budaya Minangkabau.


Musda ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para pemangku adat untuk menyatukan pandangan, memperkuat persaudaraan, serta merumuskan langkah nyata dalam melestarikan adat dan budaya bagi generasi mendatang.

×
Berita Terbaru Update