![]() |
| Kepala SMPN 2 Bayang, Irman SPd ketika melakukan supervisi akademik dilokal. |
Painan, MP----- Komitmen untuk memajukan dunia pendidikan terus dibuktikan oleh Kepala SMPN 2 Bayang, Irman, A., S.Pd. Saat dihubungi media pada Rabu (9/9/2026), Irman menyambut hangat serta menyampaikan apresiasi tingginya terhadap kepemimpinan Bupati Pesisir Selatan, H. Hendra Joni, dan Wakil Bupati Risnaldi, atas perhatian nyata mereka terhadap sarana dan prasarana sekolah.
"Kami sangat bersyukur dan senang atas perhatian Pemkab Pesisir Selatan. Pada tahun 2025 lalu, sekolah kami mendapatkan bantuan rehabilitasi untuk 5 ruang kelas. Bantuan ini sangat membantu kelancaran Proses Belajar Mengajar (PBM) di SMPN 2 Bayang," ujar Irman penuh antusias.
Selain perbaikan fisik gedung, sinergi Pemkab Pesisir Selatan juga dirasakan melalui penegakan kedisiplinan siswa, seperti razia rutin oleh Satpol PP pada jam pelajaran sekolah demi menjaga iklim belajar tetap kondusif.
Deretan Prestasi dan Upaya Peningkatan Mutu
SMPN 2 Bayang terus mencatatkan prestasi membanggakan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Di tingkat nasional, siswi bernama Nazwa berhasil mengharumkan nama sekolah dan daerah setelah mengandaskan lawan-lawannya dan keluar sebagai Juara 1 Nasional Karate pada ajang O2SN tahun 2025.
Tak hanya itu, di tingkat kabupaten dan kecamatan, siswa-siswi SMPN 2 Bayang berhasil menembus passing grade posisi 5 dan 6 pada Olimpiade Sains Matematika dari total 84 sekolah se-Pesisir Selatan. Di bidang olahraga dan seni, sekolah ini menyabet Juara 1 Futsal serta Juara 1 Pawai Alegoris se-Kecamatan Bayang dan Bayang Utara tahun 2026.
Irman menjelaskan, rahasia konsistensi prestasi tersebut terletak pada pembinaan berkala dan berkelanjutan yang didukung oleh alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Dalam hal kualitas lulusan, sekitar 20 persen alumni SMPN 2 Bayang tercatat berhasil menembus sekolah-sekolah menengah favorit, seperti SMA Negeri 1 Painan, SMA Negeri 2 Painan, SMA Negeri 3 Painan, hingga SMA Negeri 4 Sumatera Barat.
"Untuk memastikan mutu pembelajaran di kelas benar-benar menjawab standar pendidikan modern, kami rutin melaksanakan supervisi PBM kepada para guru serta memberikan jam pelajaran tambahan untuk mata pelajaran tertentu (mapel TKA)," jelasnya.
Tantangan Sarana dan Komitmen Bebas Pungutan
Meski terus mengukir prestasi, Irman tidak menampik adanya tantangan krusial yang dihadapi sekolah, khususnya terkait keterbatasan sarana dan prasarana serta adaptasi teknologi. Hingga saat ini, pembiayaan sekolah masih bersumber tunggal dari Dana BOS dan belum menerima Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kendati demikian, pihak sekolah berkomitmen menjaga transparansi tata kelola keuangan. SMPN 2 Bayang tidak membebankan sumbangan dalam bentuk apa pun kepada orang tua murid atau masyarakat. Bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sekolah memberikan prioritas utama untuk diusulkan sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) guna memastikan semua anak mendapat hak pendidikan yang setara.
Inovasi Masa Depan dan Sinergi Komunitas
Menatap masa depan, SMPN 2 Bayang menetapkan target jangka pendek untuk memperbanyak raihan prestasi akademik maupun non-akademik. Sementara untuk target jangka panjang, sekolah berambisi menjadikan seluruh lulusannya mampu bersaing dan masuk ke sekolah lanjutan tingkat atas favorit.
Guna mewujudkan hal tersebut, sekolah meluncurkan program inovasi berupa "Kelas Digital Bergantian" memanfaatkan perangkat televisi digital yang ada, sembari mengupayakan penambahan fasilitas perangkat pendukung secara bertahap.
Keberhasilan program sekolah ini tak lepas dari antusiasme orang tua murid dan Komite Sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga aktif membangun komunikasi dua arah dan bersinergi dengan Polsek Bayang, pemerintah daerah, hingga pemerintah nagari setempat.
"Kami sangat berharap dukungan dari seluruh pihak—baik pemerintah, orang tua, maupun masyarakat—agar SMPN 2 Bayang dapat terus berprestasi lebih tinggi dan melahirkan generasi emas hingga ke tingkat nasional," pungkas Irman.
(Idul Fitri/MP)
