![]() |
| Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, ST, MSi, mendorong penataan Pantai Padang dilakukan berkualitas agar menjadi ruang publik yang nyaman, tertata, dan ramah bagi masyarakat serta wisatawan. |
Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang terus memperkuat penataan kawasan Pantai Padang sebagai salah satu ikon wisata sekaligus ruang publik utama masyarakat. Di tengah geliat aktivitas warga dan wisatawan, proyek Penataan Taman dan Pelataran Parkir Pantai Padang mulai dikerjakan untuk menghadirkan kawasan yang lebih tertata, nyaman, aman, dan memiliki daya tarik baru.
![]() |
| Penataan Pantai Padang mulai dikerjakan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat. |
Pantauan di lapangan, Rabu (9/9/2026), menunjukkan pekerjaan fisik penataan kawasan tersebut tengah berjalan. Papan proyek yang terpasang di lokasi mencantumkan Nomor Kontrak 11/Kont-GPL/PUPR/2026, dengan nilai kontrak Rp2.210.239.335,91. Pekerjaan bersumber dari APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.
Proyek tersebut dikerjakan PT Nur Rizky Abadi, sementara pengawasan dipercayakan kepada CV Mitra Sakinah Consultan.
Penataan ini bukan sekadar mempercantik kawasan pantai. Pemerintah Kota Padang menempatkannya sebagai bagian dari upaya membangun ruang publik yang mampu menggabungkan fungsi rekreasi, olahraga, wisata, aktivitas keluarga, serta penguatan daya tarik ekonomi kawasan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, ST, MSi, sebelumnya menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan fasilitas publik yang aman, nyaman dan representatif bagi masyarakat.
Menurut Malvi, sejumlah fasilitas yang disiapkan mencakup penataan lanskap dan pedestrian, pemasangan paving block pada area pejalan kaki serta pelataran parkir, fasilitas sanitasi, penghijauan, hingga area bermain anak.
“Mari kita dukung bersama proses pembangunan taman ini. Dengan sinergi yang baik, kita optimistis Pantai Padang akan bertransformasi menjadi destinasi wisata yang semakin dicintai, baik oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Malvi sebagaimana dikutip dari keterangan Pemerintah Kota Padang.
Warga Menanti Wajah Baru Pantai Padang
Penataan kawasan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga yang beraktivitas di sekitar Pantai Padang berharap pembangunan tidak hanya menghasilkan kawasan yang indah, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat langsung bagi pengunjung.
Sejumlah warga menilai keberadaan pedestrian yang lebih tertata, ruang hijau, tempat duduk, area bermain anak dan pelataran parkir yang representatif akan membuat masyarakat semakin nyaman menghabiskan waktu bersama keluarga di kawasan pantai.
“Kalau kawasan pantai semakin rapi dan nyaman, tentu masyarakat akan semakin senang datang bersama keluarga. Yang penting fasilitasnya dirawat setelah selesai dibangun,” kata Dodi warga yang ditemui wartawan mp di kawasan Pantai Padang, Rabu (9/9/2026).
Harapan serupa disampaikan Hardi pelaku aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Penataan yang baik dinilai berpotensi meningkatkan kunjungan dan memberi dampak positif terhadap usaha kuliner, pedagang, maupun sektor ekonomi kreatif yang menggantungkan aktivitasnya dari keramaian Pantai Padang.
Bagi pengunjung, pembenahan kawasan juga dinilai penting untuk mengubah kesan Pantai Padang dari sekadar tempat menikmati panorama laut menjadi ruang publik kota yang memiliki fasilitas rekreasi lengkap dan nyaman untuk berbagai kelompok usia.
Bagian dari Visi Kota Metropolitan
Pemko Padang sebelumnya menegaskan bahwa kualitas dan kerapian pembangunan fisik menjadi perhatian penting dalam upaya mewujudkan Padang sebagai kota metropolitan. Wali Kota Padang Fadly Amran meminta setiap pekerjaan fisik menggunakan material berkualitas dan dikerjakan secara rapi sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Dalam konteks Pantai Padang, kebijakan tersebut memiliki arti strategis. Kawasan pantai bukan hanya wajah Kota Padang di mata wisatawan, tetapi juga ruang interaksi masyarakat yang digunakan setiap hari.
Pembangunan taman dan pelataran parkir diharapkan memperkuat keteraturan kawasan, memperbaiki kualitas ruang publik, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan ramah keluarga.
Pemerintah Kota Padang sebelumnya menyebut proyek ini ditargetkan dikerjakan selama 120 hari kalender, sejak 30 Juli hingga 30 Oktober 2026.
Dengan demikian, keberhasilan proyek tidak hanya akan diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari kualitas hasil pembangunan, ketepatan fungsi fasilitas, kebersihan, keamanan, serta kemampuan masyarakat dan pemerintah menjaga fasilitas tersebut setelah pekerjaan selesai.
Pantai Padang yang selama ini menjadi salah satu magnet wisata kota kini tengah diarahkan memiliki wajah baru: lebih tertata, hijau, nyaman dan inklusif. Jika pengerjaan berjalan sesuai rencana dan kualitas konstruksi terjaga, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu ruang publik unggulan yang memperkuat citra Padang sebagai kota wisata sekaligus kota metropolitan di pantai barat Sumatera.
(Pd/Rj.alam)

