-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Panglima TNI Tinjau JS Kunisaki, Tiga Chinook Jepang Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla

Jumat, 11 September 2026 | September 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T23:24:59Z
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyalami personel Jepang saat meninjau JS Kunisaki di Dermaga Kijing, Mempawah.


Mempawah, MP----- Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau langsung kapal perang Jepang JS Kunisaki (LST-4003) yang bersandar di Dermaga Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026).


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan unsur, personel, serta peralatan bantuan Jepang yang akan digunakan dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.


Dari pantauan di lokasi, JS Kunisaki membawa tiga unit helikopter CH-47 Chinook yang dipersiapkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui metode water bombing. Kehadiran helikopter berkemampuan angkut besar itu diharapkan dapat memperluas jangkauan operasi, khususnya terhadap titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.


Sebanyak 338 personel turut berada dalam unsur bantuan tersebut. Mereka terdiri atas kru kapal, tim pemadaman, serta tim koordinator yang akan mendukung pelaksanaan operasi bersama unsur terkait di lapangan.


Kehadiran kapal perang dan peralatan bantuan Jepang menjadi bagian dari kerja sama Indonesia-Jepang dalam penanggulangan bencana serta misi kemanusiaan. Dukungan lintas negara tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi bencana ekologis yang membutuhkan kemampuan personel, peralatan, serta respons cepat.


Dalam konteks penanganan karhutla, efektivitas pemadaman tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mendeteksi dan menjangkau titik api, tetapi juga kecepatan pengerahan sumber daya ke wilayah terdampak. Karena itu, dukungan udara melalui helikopter menjadi salah satu unsur penting untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas.


TNI bersama unsur pemerintah dan pihak terkait terus mengoptimalkan berbagai kemampuan yang tersedia untuk mengendalikan karhutla. Langkah tersebut diarahkan tidak hanya untuk memadamkan titik api, tetapi juga meminimalkan dampak terhadap masyarakat, kesehatan, aktivitas ekonomi, serta kelestarian lingkungan.


Dengan masuknya dukungan JS Kunisaki dan tiga CH-47 Chinook, operasi penanganan karhutla di Kalimantan diharapkan semakin efektif dan terkoordinasi. Kerja sama Indonesia dan Jepang ini juga memperkuat semangat kemanusiaan dan solidaritas antarnegara dalam menghadapi ancaman bencana yang berdampak luas.

(Puspen/red)

×
Berita Terbaru Update