-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Porsadin VII Sumbar 2026 Jadi Ruang Pembentukan Karakter dan Prestasi Santri

Minggu, 06 September 2026 | September 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T23:24:51Z
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri pembukaan Porsadin VII Tingkat Provinsi Sumbar 2026 di Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (5/9/2026).


Padang, MP----- Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, mental, sekaligus mengembangkan potensi para santri di tengah tantangan generasi muda yang semakin kompleks.


Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat menghadiri pembukaan Porsadin VII Tingkat Provinsi Sumbar 2026 di pelataran Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (5/9/2026) pagi.


Porsadin yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar bersama Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Sumbar tersebut diikuti 333 santri dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.


Sebanyak 13 cabang olahraga dan seni dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran ratusan santri dari berbagai daerah sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan diniyah memiliki ruang yang luas untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan berkompetisi dan berkarya.


Maigus Nasir menilai Porsadin menjadi momentum penting untuk mempertemukan semangat pendidikan agama dengan pengembangan bakat dan kreativitas santri.


Menurutnya, pendidikan diniyah tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap pendidikan formal. Justru, pembinaan keagamaan sejak usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda.


“Porsadin bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita mendapatkan pengalaman berkompetisi, belajar disiplin, menjunjung sportivitas, serta membangun persaudaraan,” ujar Maigus.


Ia mengatakan, para santri merupakan bagian penting dari generasi penerus yang nantinya akan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena itu, pembinaan mereka perlu dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi intelektual, spiritual, maupun keterampilan.


Maigus juga mengapresiasi keterlibatan Kanwil Kemenag Sumbar, FKDT, para guru, pembina, orang tua serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Porsadin VII.


Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar pendidikan diniyah terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya.


“Anak-anak ini adalah aset masa depan. Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, memiliki daya saing, tetapi tetap kuat nilai agamanya,” katanya.


Ia berharap Porsadin tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan, melainkan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk menemukan dan mengembangkan potensi santri di Sumatera Barat.


Pembukaan Porsadin VII Sumbar 2026 pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa masjid, lembaga pendidikan diniyah dan lingkungan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.


Dengan 333 santri yang berpartisipasi dan 13 cabang olahraga serta seni yang dipertandingkan, Porsadin tahun ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit berprestasi sekaligus memperkuat ukhuwah antarsantri dari seluruh penjuru Sumatera Barat.

(Pd/MP)

×
Berita Terbaru Update