![]() |
| Personel TNI, Amerika Serikat, Kanada, dan Singapura bekerja bersama dalam program ENCAP SGS 2026. |
Sumatera Selatan, MP----- Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (Latgabma SGS) 2026 kembali menunjukkan dimensi lain dari kerja sama pertahanan Indonesia dengan negara sahabat. Di sela agenda latihan militer, prajurit TNI bersama personel Amerika Serikat, Kanada, dan Singapura turun langsung membantu masyarakat melalui Engineer Civic Action Program (ENCAP).
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui renovasi SDN 12 Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Proses pengerjaan sekolah menjadi bagian dari rangkaian ENCAP yang berlangsung 30 Agustus hingga 7 September 2026.
Wakil Komandan Kodiklat TNI, Marsda TNI Bambang Gunarto, yang mewakili Dankodiklat TNI, meninjau langsung pelaksanaan renovasi pada Rabu (2/9/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Direktur Latihan Kodiklat TNI serta sejumlah perwakilan pimpinan unsur militer dari negara-negara peserta.
Bambang mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang terlibat dalam pekerjaan tersebut. Menurutnya, semangat prajurit tetap terjaga meski proses pengerjaan berlangsung di tengah kondisi cuaca yang cukup panas.
Kehadiran personel militer lintas negara dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kerja sama pertahanan tidak selalu diwujudkan melalui latihan tempur. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan antarnegara.
Hasil renovasi SDN 12 Martapura dijadwalkan diresmikan pada 7 September 2026. Peresmian itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi para prajurit yang terlibat sekaligus menandai selesainya salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam SGS 2026.
ENCAP menjadi salah satu sisi humanis dari pelaksanaan SGS 2026. Program tersebut memberikan ruang bagi prajurit untuk menerapkan kemampuan teknik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi fasilitas publik yang digunakan masyarakat.
Lebih jauh, pelaksanaan ENCAP menegaskan bahwa SGS 2026 tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas pasukan. Latihan bersama tersebut juga menjadi instrumen diplomasi pertahanan Indonesia dalam memperkuat hubungan dengan negara sahabat.
Melalui kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, kerja sama militer Indonesia dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Singapura mendapat dimensi baru: membangun kesiapan pertahanan sekaligus memperkuat solidaritas dan kepercayaan di kawasan.
Latgabma Super Garuda Shield 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai kesiapan menghadapi tantangan keamanan, tetapi juga bagaimana kekuatan pertahanan dapat hadir memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan mendukung terciptanya stabilitas serta perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.
(Puspen/red)
