-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi, Menhub Pastikan Pemulihan Penerbangan Berjalan Bertahap

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-08T00:14:43Z
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau kesiapan pengoperasian kembali Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/9/2026) dini hari.


Tangerang, MP----- Aktivitas penerbangan nasional mulai memasuki tahap pemulihan setelah sejumlah bandar udara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali dioperasikan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung kesiapan pengoperasian kembali Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (8/9/2026) dini hari.


Pengoperasian kembali dilakukan setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi ruang udara serta fasilitas penerbangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan konektivitas udara nasional sekaligus memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.


Dudy mengatakan, mulai Selasa 8 September 2026 pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan kembali aktif.


“Per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali,” ujar Dudy.


Selanjutnya, Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe di Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB. Pengaktifan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan operasional.


Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas


Sebelumnya, erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak signifikan terhadap jaringan penerbangan. Hingga Senin (7/9) sore, Kementerian Perhubungan mencatat 2.961 penerbangan domestik dan internasional terdampak, terdiri atas 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional, dengan sekitar 341.000 penumpang ikut terdampak.


Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mengambil langkah hati-hati sebelum membuka kembali bandara. Pemeriksaan terhadap keberadaan abu vulkanik dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi bandar udara memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.


Dudy sebelumnya juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka bandara sebelum kondisi benar-benar dinilai aman. Pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta telah dilakukan beberapa kali dan hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan abu vulkanik pada saat pemeriksaan.


Untuk mempercepat pemulihan penerbangan, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah bandara yang beroperasi selama 24 jam sebagai lokasi alternatif dan untuk menampung pengalihan penerbangan. Langkah ini diharapkan membantu maskapai mengurai antrean penerbangan serta mempercepat normalisasi jadwal perjalanan masyarakat.


Pembukaan kembali Soekarno-Hatta memiliki arti penting karena bandara tersebut merupakan salah satu simpul utama transportasi udara Indonesia. Normalisasi operasionalnya diharapkan secara bertahap memulihkan mobilitas penumpang, distribusi logistik, aktivitas bisnis, serta konektivitas antardaerah dan internasional.


Meski demikian, pemulihan penerbangan tidak serta-merta berarti seluruh jadwal kembali normal. Maskapai tetap membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian rotasi pesawat, kru, dan jadwal penerbangan yang sebelumnya terganggu akibat penutupan sejumlah bandara.


Pemerintah bersama otoritas penerbangan dan operator bandara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dengan pola pembukaan secara bertahap tersebut, keselamatan penerbangan tetap ditempatkan sebagai pertimbangan utama di tengah upaya mengembalikan layanan transportasi udara kepada masyarakat. 

(Ns/MP)

×
Berita Terbaru Update