![]() |
| Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Monumen Gempa Padang, Rabu (30/9/2026). |
Padang, MP----- Tujuh belas tahun telah berlalu sejak gempa bumi dahsyat mengguncang Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat pada 30 September 2009. Namun, peristiwa tersebut masih menjadi pengingat penting bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus terus dibangun dan diwariskan kepada setiap generasi.
![]() |
| Wali Kota Fadly Amran bersama jajaran mengenang korban gempa 30 September 2009. |
Pesan itu kembali mengemuka dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Kota Padang 2026 yang digelar Pemerintah Kota Padang di Monumen Gempa Padang, Rabu (30/9/2026).
Peringatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan mengheningkan cipta tepat pukul 17.15 WIB, yang menjadi penanda waktu terjadinya gempa 30 September 2009. Suasana berlangsung khidmat sebelum kegiatan dilanjutkan dengan penaburan bunga di depan Monumen Gempa Padang.
Bagi Pemerintah Kota Padang, peringatan tersebut tidak sekadar mengenang para korban dan peristiwa masa lalu. Momentum itu juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, pengalaman bencana masa lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, HKB merupakan momentum untuk mengingat kembali dampak bencana sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Peringatan ini harus menjadi momentum bagi kita untuk mengambil pelajaran dari bencana yang pernah terjadi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Fadly Amran.
Ia menekankan, kesiapsiagaan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pembangunan sarana dan prasarana fisik. Infrastruktur memang menjadi bagian penting dalam mitigasi, tetapi efektivitas penanggulangan bencana juga sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia dan sistem yang dibangun pemerintah bersama masyarakat.
Karena itu, kata Fadly, penguatan kesiapsiagaan membutuhkan perencanaan yang matang, koordinasi antarlembaga, komunikasi yang efektif, serta edukasi kebencanaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Penguatan kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur. Kita juga membutuhkan perencanaan, koordinasi, komunikasi, dan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Sebagai kota yang memiliki potensi menghadapi berbagai ancaman bencana, termasuk gempa bumi dan tsunami, Pemko Padang terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan latihan kesiapsiagaan tsunami atau tsunami drill.
Latihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana untuk menguji kesiapan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, koordinasi pemerintah dan unsur terkait, serta kemampuan masyarakat mengambil tindakan secara cepat ketika bencana benar-benar terjadi.
Fadly mengatakan, latihan kesiapsiagaan juga penting untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam merespons situasi darurat. Dengan latihan yang dilakukan secara berkala, masyarakat diharapkan mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus menyelamatkan diri, serta bagaimana membantu kelompok rentan ketika terjadi bencana.
Peringatan 17 tahun gempa 30 September 2009 di Monumen Gempa Padang pun menjadi pengingat bahwa risiko bencana tidak mengenal waktu. Kenangan terhadap tragedi masa lalu diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan mengenang korban, tetapi diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh.
Bagi Kota Padang, kesiapsiagaan menjadi investasi jangka panjang. Pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun budaya sadar bencana.
Dengan demikian, peringatan HKB 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama: mengenang masa lalu, belajar dari bencana, dan mempersiapkan masa depan dengan kesiapsiagaan yang lebih baik.
(Pd/red)

