-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Pascagalodo Arosuka, Percepatan Sabo Dam Jadi Prioritas

Kamis, 01 Oktober 2026 | Oktober 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-01T00:36:28Z
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi pascagalodo di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Selasa malam (29/9/2026), sekaligus memantau penanganan darurat dan percepatan pembangunan infrastruktur pengendali di kawasan hulu.


Solok, MP----- Penanganan pascagalodo di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mendapat perhatian langsung pemerintah pusat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun ke lapangan pada Selasa malam, 29 September 2026, untuk melihat kondisi aliran sungai sekaligus memastikan penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur berjalan di kawasan terdampak.


Peninjauan dilakukan bersama jajaran UPT Kementerian PU di Sumatera Barat. Dari lapangan, perhatian Menteri Dody tidak hanya tertuju pada kerusakan yang terjadi di kawasan hilir, tetapi juga pada kondisi hulu Sungai Batang Baliang yang masih menyimpan material berupa kayu, batu, lumpur dan sedimen sisa banjir bandang. 


Menurut Dody, kondisi tersebut harus segera diantisipasi karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi. Karena itu, pengendalian material dari kawasan hulu menjadi bagian penting untuk mencegah material kembali terbawa arus dan mengancam kawasan permukiman maupun infrastruktur di hilir.


“Saya sudah instruksikan ke Pak Dirjen Sumber Daya Air untuk percepat pembangunan sabo dam. Tim teknis balai sabo juga sudah ada di lokasi,” ujar Dody saat meninjau lokasi penanganan bencana di Kabupaten Solok.


Dody menegaskan, prioritas penanganan bukan semata-mata mengalirkan air, tetapi bagaimana material padat yang berada di hulu dapat ditahan sebelum mencapai kawasan bawah.

“Prioritas kita adalah bagaimana agar jika hujan deras kembali turun di atas, material kayu dan lumpur bisa tertahan dengan cepat di atas (sabo dam),” tegasnya.


Sabo Dam dan Check Dam Dipercepat


Kementerian PU mengarahkan pembangunan sabo dam dan check dam di bagian hulu sebagai infrastruktur pengendali material dan aliran. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menahan kayu, batu, lumpur dan sedimen sehingga tidak kembali menerjang kawasan yang telah terdampak galodo.


Untuk mempercepat pekerjaan sekaligus mengurangi risiko konstruksi terganggu apabila terjadi banjir susulan, Menteri PU juga mengarahkan penggunaan elemen precast yang dapat dibuat terlebih dahulu di lokasi yang relatif aman, kemudian dipasang secara bertahap di titik pembangunan.


Sejalan dengan finalisasi desain teknis, Kementerian PU juga menyiapkan tambahan alat berat serta material pendukung konstruksi.


Langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan pendekatan penanganan bencana, dari sekadar respons darurat menuju penguatan sistem pengendalian di kawasan hulu.


Pemulihan Tidak Hanya Soal Infrastruktur Rusak


Sebelumnya, Kementerian PU telah melakukan pembersihan sungai dan muara, penanganan akses jalan, jaringan air bersih serta fasilitas publik yang terdampak. Hingga 25 September 2026, sebanyak 14 bangunan pemerintah di kawasan perkantoran Arosuka telah diperiksa untuk menentukan bentuk penanganan, mulai dari pembersihan dan rehabilitasi hingga rekonstruksi.


Dody juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran teknis yang bekerja di lapangan dalam penanganan bencana tersebut.

“Saya menyampaikan apresiasi atas kerja keras teman-teman di lapangan sehingga bencana cepat tertangani,” kata Dody.


Namun, pemerintah menyadari bahwa pemulihan kawasan Arosuka tidak cukup hanya dengan membersihkan material banjir dan memperbaiki bangunan yang rusak. Kondisi daerah aliran sungai, kawasan hulu, jalur material serta sistem pengendalian banjir harus menjadi bagian dari penanganan secara menyeluruh.


Dengan demikian, percepatan pembangunan sabo dam dan check dam di hulu Batang Baliang menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi risiko material kembali turun ketika hujan deras terjadi.


Penanganan pascagalodo Arosuka kini diarahkan pada dua sisi sekaligus yakni memulihkan infrastruktur dan pelayanan masyarakat yang terdampak, serta memperkuat sistem mitigasi agar ancaman serupa dapat ditekan pada masa mendatang.


Bagi masyarakat Arosuka, pekerjaan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya mengembalikan rasa aman dan memastikan kawasan yang pernah diterjang galodo memiliki sistem perlindungan yang lebih kuat.


(bakom.ri/MP)

×
Berita Terbaru Update