![]() |
| Pembangunan Jembatan Paket 2 di Lambung Bukik diharapkan memperlancar mobilitas dan mendukung aktivitas masyarakat setempat. |
Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah bersama jajaran Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pekerjaan Pembangunan Jembatan Paket 2 di Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (22/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penyelesaian pekerjaan di lapangan sekaligus mempersiapkan tahapan serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO).
![]() |
| Pembangunan Jembatan Paket 2 di Lambung Bukik diharapkan memperlancar mobilitas dan mendukung aktivitas masyarakat setempat. |
Dalam peninjauan itu, tim didampingi Rido selaku pelaksana dari PT Telaga Pasir Kuta. Berdasarkan hasil pemantauan, pekerjaan secara fisik telah mendekati penyelesaian, dengan sejumlah pekerjaan perapian menjadi bagian akhir yang dituntaskan sebelum proses administrasi serah terima dilaksanakan.
Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan dan Perencanaan Sekretariat Daerah Kota Padang, Nur Hakim, M.T, mengatakan bahwa pemantauan telah dilakukan sejak awal pelaksanaan hingga tahap akhir pekerjaan. Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala yang memengaruhi kecepatan pekerjaan sehingga diperlukan penambahan waktu pelaksanaan melalui adendum selama 15 hari setelah masa kontrak berakhir.
“Pekerjaan bisa dikatakan telah selesai, dan kita akan mempersiapkan proses PHO-nya,” ujar Nur Hakim saat ditemui wartawan di lokasi.
Ia menjelaskan, meskipun pekerjaan belum sepenuhnya rampung dalam masa kontrak awal, sisa pekerjaan relatif kecil. Berdasarkan hasil pemantauan, pekerjaan yang tersisa saat itu diperkirakan sekitar satu persen dan berfokus pada penyempurnaan serta perapian bagian tertentu.
Nur Hakim juga menyampaikan bahwa secara visual, kondisi fisik bangunan jembatan dinilai telah sesuai dengan aspek teknis yang dipersyaratkan. Ia mencontohkan, saat terjadi peningkatan debit air akibat banjir, jembatan tersebut tetap aman dan tidak mengalami dampak yang terlihat pada bangunan fisiknya.
“Secara fisik, mutu sudah sesuai. Air sempat besar, tetapi jembatan aman dan tidak terjamah air. Begitu juga dengan fisik bangunan, tidak ada yang terdampak,” tuturnya.
Sementara itu, Boy dari jajaran Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Padang menyebutkan bahwa progres pekerjaan sebelumnya telah mencapai 99,9 persen. Menurutnya, faktor cuaca menjadi kendala utama yang menyebabkan pekerjaan tidak sepenuhnya selesai sesuai masa kontrak awal.
Namun, berdasarkan perkembangan terakhir di lapangan, pekerjaan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Tim berharap seluruh tahapan dapat segera dituntaskan sehingga proses PHO bisa dipersiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di lokasi yang sama, Rido selaku pelaksana PT Telaga Pasir Kita membenarkan bahwa kondisi cuaca memengaruhi kelancaran pekerjaan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya melakukan sejumlah langkah percepatan, antara lain menambah tenaga kerja, memperpanjang jam kerja, serta memastikan material yang dibutuhkan tersedia di lokasi.
“Sekarang tinggal merapikan pasangan batu penahan material jalan. Insyaallah hari ini sudah selesai dikerjakan,” kata Rido.
Pembangunan jembatan ini menjadi bagian penting dari penyediaan infrastruktur yang mendukung mobilitas masyarakat. Keberadaan jembatan yang berfungsi baik diharapkan dapat memperlancar akses warga, mendukung aktivitas sosial dan ekonomi, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, khususnya masyarakat di Kelurahan Lambung Bukik dan sekitarnya.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan Pembangunan Jembatan Paket 2 dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas PUPR dengan Nomor Kontrak 003/Kont-PJ/APBD/DPUPR/2026, tertanggal 8 Juni 2026. Nilai kontrak pekerjaan tercatat sebesar Rp2.715.408.249,20, dengan PT Telaga Pasir Kita sebagai kontraktor pelaksana dan PT Raissa Gemilang sebagai konsultan pengawas.
Dengan pekerjaan yang telah memasuki tahap akhir, perhatian selanjutnya tertuju pada penyelesaian seluruh detail pekerjaan, pemeriksaan hasil pelaksanaan, serta pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis sebelum serah terima pertama dilakukan. Tahapan tersebut penting agar infrastruktur yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar mutu dan ketentuan kontrak sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
(MP)

