-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Proyek Strategis Unand Tetap Berjalan di Tengah Cuaca Ekstrem, Kontrak Multiyears Jadi Penopang

Jumat, 09 Januari 2026 | Januari 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-09T02:57:57Z
PPK Unand Ir. M. Nasir Sony berbincang dengan wartawan di kantor diresiket saat meninjau progres pembangunan Gedung FKG Universitas Andalas yang tetap berjalan meski sempat terkendala cuaca ekstrem dan gangguan logistik.

Padang, MP----- Universitas Andalas (Unand) memastikan sejumlah proyek pembangunan gedung strategis di lingkungan kampus tetap berjalan sesuai koridor kontrak, meski sempat diterpa kendala cuaca ekstrem dan gangguan akses logistik sepanjang tahun 2025.

Pembangunan gedung strategis di lingkungan Universitas Andalas kembali menunjukkan peningkatan progres seiring membaiknya kondisi cuaca.

Beberapa proyek yang tengah dikerjakan sekaligus direncanakan tersebut meliputi pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Budaya, Gedung Skills Lab Terintegrasi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Tahap I, lanjutan Gedung Laboratorium FKG, serta lanjutan pembangunan Gedung Serba Guna.

Aktivitas konstruksi Gedung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas terus dikebut melalui skema kontrak multiyears guna memastikan proyek selesai tepat waktu.

Hal itu ditegaskan oleh Ir. M. Nasir Sony, ST., MT., PhD., selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tender Konstruksi dan Seleksi Jasa Konsultan Universitas Andalas, saat ditemui awak media di lokasi pembangunan Gedung FKG, Kamis (9/1/2026).

Nasir menegaskan, seluruh pekerjaan konstruksi tersebut berada dalam skema kontrak multiyears (tahun jamak), sehingga hingga saat ini pelaksanaan proyek masih berada dalam rentang waktu kontrak yang sah dan tidak melampaui batas perjanjian.

“Kontrak pekerjaan bersifat multiyears. Artinya, sampai saat ini pelaksanaan masih berjalan dan belum melewati masa kontrak,” tegasnya.

Ia tidak menampik bahwa progres pembangunan sempat mengalami perlambatan akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas curah hujan yang melanda Sumatera Barat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas konstruksi di lapangan yang sebagian besar dilakukan di area terbuka.

Selain faktor cuaca, bencana hidrometeorologi juga memicu gangguan serius pada akses jalan, yang berdampak pada keterlambatan mobilisasi material ke lokasi proyek.

“Material yang didatangkan dari luar Sumbar terkendala, terutama di jalur Sitinjau Lauik yang kerap macet hingga berjam-jam,” jelas Nasir.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Nasir menilai komitmen dan tanggung jawab rekanan tetap berjalan dengan baik. Pihak PPK, kata dia, telah menginstruksikan langkah-langkah percepatan, mulai dari penambahan tenaga kerja, penambahan jam kerja melalui sistem lembur, hingga optimalisasi distribusi material.

“Alhamdulillah, instruksi percepatan yang kami sampaikan dapat dijalankan oleh rekanan,” ujarnya.

Seiring membaiknya kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir, progres pembangunan disebut kembali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Universitas Andalas berharap seluruh proyek strategis tersebut dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan, guna mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan dan layanan akademik di kampus tertua di Sumatera Barat itu.

×
Berita Terbaru Update