![]() |
| Anak - anak tampil percaya diri menyampaikan cerita dan impian mereka di depan kelas. |
Agam, MP----- Suasana ceria menyelimuti SD Negeri 06 Kubu, Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (11/2/2026). Tawa dan tepuk tangan anak-anak menggema saat dua pegiat literasi asal Kota Padang, Firdaus Abie dan Zhilan Zhalila, hadir berbagi semangat di sekolah yang terdampak bencana tersebut.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Agam itu menjadi ruang pemulihan psikososial bagi para siswa. Di tengah kondisi alam yang belum sepenuhnya bersahabat, buku dan cerita menjadi jembatan untuk menguatkan kembali rasa percaya diri dan keceriaan anak - anak.
Acara berlangsung meriah. Anak-anak larut dalam sesi membaca, menulis, dan bercerita bersama Abie dan Zhilan. Namun menjelang petang, suasana mendadak berubah ketika hujan mulai turun.
“Kok berhenti, Abie?” tanya beberapa murid polos saat kegiatan harus diakhiri. Seorang guru menjelaskan, hari sudah sore dan orang tua telah menjemput anak-anak karena hujan mulai deras.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Agam, Rozalinda, mengatakan lokasi sekolah yang tak jauh dari aliran sungai membuat warga selalu waspada ketika hujan turun. Benar saja, tak lama setelah rombongan tiba di Lubuk Basung, beredar kabar tiga titik jalur Maninjau – Lubuk Basung kembali dilanda banjir dan akses sempat terputus.
Menurut Rozalinda, kehadiran Firdaus Abie dan Zhilan Zhalila merupakan bagian dari program pemulihan trauma melalui pendekatan literasi yang menyenangkan dan edukatif. Sebelumnya, pihaknya juga menggelar sosialisasi minat baca serta layanan lapak baca perpustakaan keliling.
Perpustakaan keliling menghadirkan beragam koleksi, mulai dari buku cerita anak, dongeng inspiratif, komik edukatif hingga buku pengetahuan bergambar. Lapak baca yang digelar di halaman sekolah mengajak siswa kembali akrab dengan buku sebagai sahabat belajar.
Salah satu sesi yang paling berkesan adalah kegiatan menulis dan bercerita. Dalam suasana santai, anak-anak diajak menuliskan pengalaman, perasaan, dan impian mereka. Metode sederhana namun interaktif itu membuat mereka berani tampil tanpa harus ditunjuk.
Kepala SDN 06 Kubu, Hasnidar S.Pd., M.Pd., mengaku terharu melihat perubahan anak-anaknya.
“Mereka berani tampil, berbagi cerita dan menyampaikan impian masing - masing. Cara yang dibawa Kak Abie dan Kak Zhilan sederhana, tapi sangat efektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis tantangan yang diberikan membuat anak-anak terpacu untuk maju ke depan secara sukarela.
Di tengah ancaman banjir yang sewaktu-waktu datang, hari itu anak - anak SD 06 Kubu belajar satu hal penting, bahwa buku dan cerita mampu menjadi pelita, bahkan saat langit mulai gelap dan hujan turun deras.
(*)
