![]() |
| Kemegahan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi di Kota Padang, berdiri sebagai ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Barat dan simbol persatuan umat. |
Padang, MP----- Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi kembali menjadi sorotan publik. Ikon kebanggaan masyarakat Ranah Minang itu diingatkan agar tetap berdiri sebagai simbol persatuan umat, bukan terseret dalam pusaran kepentingan politik praktis.
Sorotan tersebut disampaikan tokoh jurnalis Sumatera Barat, Tamsir J Rahmat, dalam pesan subuhnya yang diterima wartawan, Jumat (27/2/2026). Tamsir yang dikenal sebagai wartawan senior Sumbar dan figur pers yang kritis, baik dalam pemberitaan maupun dalam berbagai forum diskusi publik, menegaskan pentingnya menjaga marwah masjid dari segala bentuk kepentingan kelompok.
“Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi bukan milik partai atau golongan mana pun. Ia dibangun dari dana publik dan semangat kebersamaan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus transparan, adil, dan terbuka untuk semua unsur umat,” tegas Tamsir.
Menurutnya, kesan dominasi satu kelompok dalam struktur pengelolaan maupun aktivitas kegiatan di masjid berpotensi menimbulkan kegelisahan sosial. Apalagi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi bukan sekadar rumah ibadah, melainkan pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial yang menjadi rujukan umat di Sumatera Barat.
“Kalau sampai muncul persepsi bahwa masjid ini dikuasai kepentingan politik tertentu, itu alarm serius. Masjid harus menjadi ruang yang mempersatukan, bukan memecah belah,” ujarnya tajam.
Tamsir juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh apabila ditemukan indikasi pengelolaan yang tidak berimbang. Evaluasi, kata dia, bukan untuk menyudutkan, melainkan memastikan tata kelola berjalan profesional dan akuntabel.
“Ini soal kepercayaan publik. Jangan sampai umat merasa terpinggirkan di rumah ibadahnya sendiri. Pemerintah daerah bersama masyarakat harus duduk bersama menjaga independensi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi,” tambahnya.
Sebagai wartawan senior yang lama mengawal isu - isu publik di Ranah Minang, Tamsir menilai menjaga netralitas masjid dari kepentingan politik merupakan tanggung jawab moral bersama. Ia mengingatkan, kemegahan arsitektur dan statusnya sebagai ikon daerah tidak boleh ternodai oleh praktik - praktik yang menggerus semangat kebersamaan.
Pesan subuh itu menjadi pengingat tegas bahwa Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi harus tetap menjadi rumah besar umat, inklusif, menyejukkan, dan berdiri di atas semua golongan.
(Red)
