![]() |
| Suasana penyerahan lahan pembangunan Sekolah Rakyat di Jorong Gantiang Ateh, Nagari Tanjung Alam, yang dihadiri unsur Forkopimca dan OPD terkait. |
Tanjung Alam, MP----- Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu memasuki babak penting. Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Alam resmi mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan segera memasuki tahap pembangunan fisik pada 2026.
Langkah konkret ditunjukkan dengan diserahkannya aset tanah seluas 9,5 hektare oleh keluarga besar H. Daniel Sutan Sinaro kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Penyerahan dilakukan di Jorong Gantiang Ateh, Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Jumat (27/2/2026), dan diterima langsung Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly.
Turut mendampingi dalam kesempatan itu Asisten Administrasi Umum Riswandi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, Kepala Dinas Sosial PPPA Hendra Setiyawan, Kepala Bappedalitbang Andriyanti Rustam, perwakilan Dinas Perkim LH, Plt. Kepala BKD, Camat, Forkopimca, serta undangan lainnya.
Perwakilan keluarga, Anton Yondra, menyampaikan bahwa lahan tersebut diserahkan secara ikhlas untuk kepentingan pembangunan pendidikan. Ia menyebut, dukungan ini merupakan bentuk kontribusi keluarga besar Daniel Sutan Sinaro dan istrinya, Nurdasni, terhadap program strategis pemerintah di bidang pendidikan.
“Tanpa proses yang berlarut, keinginan keluarga untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar bisa terealisasi. Kami berharap lahan ini memberi manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi ladang lahirnya generasi unggul,” ujar Anton yang juga menjabat Ketua DPRD Tanah Datar.
Wakil Bupati Ahmad Fadly menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang sejalan dengan visi pemerataan pendidikan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengapresiasi dukungan niniak mamak dan masyarakat Nagari Tanjung Alam yang dinilai solid mendukung kehadiran sekolah tersebut.
“Ini program yang sudah lama kita perjuangkan. Dengan dukungan lahan 9,5 hektare, pembangunan bisa segera dimulai. Sekolah Rakyat ini akan menjadi tonggak pemerataan pendidikan di Tanah Datar,” tegasnya.
Direncanakan, Sekolah Rakyat tersebut mampu menampung sekitar 3.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Seluruh siswa akan mendapatkan pendidikan gratis, lengkap dengan fasilitas asrama, rumah ibadah, lapangan olahraga, klinik kesehatan, sarana air bersih, serta akses jalan memadai. Anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp250 hingga Rp300 miliar.
Selain itu, siswa berprestasi akan berpeluang memperoleh Beasiswa Garuda setelah menyelesaikan pendidikan. Pemerintah daerah optimistis kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Nagari Tanjung Alam.
Dalam kesempatan yang sama, keluarga besar juga menyerahkan bantuan satu unit ambulans untuk Masjid Raya Tanjung Alam sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat setempat.
Wabup Ahmad Fadly menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat adalah investasi jangka panjang daerah. “Kemajuan Tanah Datar sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Pendidikan yang setara dan inklusif adalah fondasi utama,” pungkasnya.
(Red/Bts)
