-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

11 Kabupaten Sumatera Berstatus Atensi Khusus, Mendagri Percepat Rehabilitasi

Minggu, 01 Maret 2026 | Maret 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-01T03:05:04Z
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan keterangan terkait percepatan rehabilitasi 11 kabupaten berstatus atensi khusus di Sumatera, Jumat (27/2/2026).

Jakarta, MP----- Pemerintah terus mengakselerasi pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Dari total 52 kabupaten terdampak, sebanyak 38 daerah dinyatakan sudah kembali normal dan tiga lainnya mendekati normal. Namun, masih terdapat 11 kabupaten di tiga provinsi yang berstatus atensi khusus dan membutuhkan penanganan lanjutan secara intensif.

Suasana ruang rapat saat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin pembahasan percepatan rehabilitasi 11 kabupaten berstatus atensi khusus di Sumatera, Jumat (27/2/2026).

Sebelas kabupaten tersebut yakni Padang Pariaman, Agam, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya. Daerah - daerah ini dinilai masih perlu percepatan pemulihan berbagai indikator dasar dan layanan publik.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan pemerintah tidak akan mengendurkan upaya rehabilitasi di wilayah yang masih terdampak berat.

“Dari 52 kabupaten terdampak, mayoritas sudah berangsur normal. Namun ada 11 daerah yang memerlukan perhatian khusus. Kita akan terus mempercepat rehabilitasi, mulai dari pembersihan lumpur, pemulihan akses darat ke wilayah terisolir, normalisasi sungai, hingga pembersihan puing sisa banjir bandang dan longsor,” tegas Tito dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, percepatan pemulihan tidak hanya menyasar infrastruktur fisik, tetapi juga sektor layanan publik dan kebutuhan dasar masyarakat. Indikator yang menjadi fokus meliputi pemulihan sarana pendidikan dan kesehatan, akses transportasi darat, pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial, hingga ketersediaan BBM dan operasional SPBU.

Selain itu, pemerintah juga memastikan pasokan air minum, jaringan internet, distribusi gas elpiji, sistem pembuangan air dan sampah, serta normalisasi sungai berjalan optimal demi mencegah dampak lanjutan.

Tito meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait tidak mengurangi intensitas kerja personel di lapangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar proses rehabilitasi berjalan lebih cepat dan terukur.

“Saya minta lintas sektor tetap siaga dan tidak mengurangi kekuatan di lapangan. Kita harus memastikan masyarakat di 11 kabupaten berstatus atensi khusus ini segera merasakan pemulihan nyata,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah institusi yang telah bekerja keras memulihkan infrastruktur dan jalur distribusi logistik, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum, TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat.

Upaya pemulihan jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga jembatan penghubung dinilai krusial untuk memperlancar arus logistik dan mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat terdampak.

Pemerintah menargetkan seluruh indikator dasar di 11 kabupaten tersebut dapat segera pulih secara bertahap, sehingga status atensi khusus dapat diturunkan dalam waktu dekat.

(Red/Jkt)

×
Berita Terbaru Update