![]() |
| Rumah warga terbakar pada Jumat sore. Petugas Damkar berjibaku memadamkan api di tengah permukiman padat di Nanggalo. |
Padang, MP----- Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Tabing Bandar Gadang, RT 002/RW 001, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Jumat (27/3/2026) sore, tidak hanya menyisakan puing-puing tiga petak rumah. Insiden ini juga kembali membuka persoalan klasik: minimnya akses dan kerentanan tinggi kawasan permukiman padat terhadap risiko kebakaran.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.28 WIB, saat seorang saksi melihat api mulai membesar dari salah satu rumah warga. Laporan segera diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang. Dalam hitungan menit, respons cepat dilakukan.
Kepala Seksi Operasional Damkar Kota Padang, Sutopo, mengungkapkan bahwa lima unit armada dengan 80 personel langsung dikerahkan. Tim berangkat pukul 15.29 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian.
“Petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Namun kondisi permukiman yang padat serta akses jalan sempit menjadi tantangan utama di lapangan,” ujar Sutopo.
Api baru dapat dikendalikan sekitar pukul 16.10 WIB, setelah hampir 40 menit petugas berjibaku di tengah kepungan bangunan yang berhimpitan. Sedikit saja terlambat, kebakaran berpotensi meluas ke lebih banyak rumah warga.
Data sementara mencatat, tiga petak rumah dengan luas sekitar 450 meter persegi hangus terbakar. Tiga kepala keluarga dengan total 10 jiwa terdampak, yakni Wili Rosi (35), Yunasman (42), dan Rukmaini (52). Selain bangunan, satu unit becak motor BA 3044 BB dan satu sepeda motor turut dilalap api.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp500 juta. Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan setara, termasuk lima bangunan lain yang nyaris ikut terbakar.
Namun di balik keberhasilan petugas mengendalikan api, fakta di lapangan memunculkan pertanyaan serius. Akses jalan yang sempit disebut menjadi penghambat utama mobilisasi armada pemadam. Kondisi ini dinilai memperbesar risiko jika kebakaran terjadi pada skala lebih besar atau saat kondisi angin tidak bersahabat.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Aparat terkait bersama Damkar dan unsur kelurahan terus mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri kemungkinan sumber api.
Kejadian ini kembali menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah dan masyarakat tentang pentingnya penataan kawasan padat penduduk, termasuk penyediaan jalur evakuasi dan akses darurat yang memadai.
(PD/red)
