Padang, MP----- Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat terus mengintensifkan gerakan edukasi keselamatan berkendara dengan pendekatan yang lebih humanis dan membumi. Di bawah komando Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, kampanye tertib berlalu lintas tidak lagi sekadar formalitas imbauan, tetapi dikemas kreatif, komunikatif, dan mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.
Kesadaran berlalu lintas, menurutnya, bukan semata soal menghindari sanksi tilang, melainkan soal keselamatan jiwa. Karena itu, Ditlantas menggulirkan berbagai materi kampanye, salah satunya bertajuk “Tips and Trick Anti Tilang Edition” yang mengingatkan pengendara untuk memastikan kelengkapan surat kendaraan, menggunakan helm standar dengan benar, tidak melawan arus, serta mematuhi rambu lalu lintas sebelum berkendara.
Dirlantas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa aturan dibuat untuk melindungi, bukan membatasi. Tertib berlalu lintas adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan sesama pengguna jalan. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegas Reza.
Momentum bulan suci Ramadan turut dimanfaatkan untuk memperkuat pesan moral keselamatan. Ditlantas mengangkat narasi bahwa berpuasa dan berkendara sama-sama menuntut kesabaran dan pengendalian diri. Pesan ini dinilai relevan untuk menekan potensi pelanggaran dan kecelakaan, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang waktu berbuka maupun arus mudik.
Reza menambahkan, pendekatan yang digunakan tidak kaku. Personel di lapangan mengedepankan komunikasi persuasif dengan sentuhan kearifan lokal agar pesan lebih mudah diterima masyarakat Sumatera Barat.
“Polisi lalu lintas hadir bukan hanya menindak, tetapi juga mengedukasi dan melindungi. Kami ingin wajah Polantas semakin dekat dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Di tengah tingginya aktivitas masyarakat, terutama selama Ramadan dan menjelang hari raya, Ditlantas menilai disiplin berlalu lintas harus tumbuh dari kesadaran pribadi, bukan karena takut pada pengawasan. Setiap pelanggaran, sekecil apa pun, berpotensi memicu kecelakaan yang merugikan banyak pihak.
Melalui kampanye berkelanjutan yang digencarkan, Ditlantas Polda Sumatera Barat berharap angka pelanggaran dan kecelakaan di Sumbar dapat ditekan secara signifikan. Komitmen kuat yang dibangun Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq menjadi fondasi dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan, demi jalan raya yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan.
(Red)
