-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Hangatnya Silaturahmi Lebaran, Keluarga Besar Abak Abu Nawas – Amak Yulinar Berkumpul Penuh Haru

Senin, 23 Maret 2026 | Maret 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-23T00:09:57Z
Momen penuh kebahagiaan, keluarga besar Abak Abu Nawas – Amak Yulinar mengabadikan kebersamaan usai silaturahmi Idul Fitri 1447 H.

Padang Pariaman, MP----- Suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan mewarnai pertemuan silaturahmi keluarga besar Abak Abu Nawas dan Amak Yulinar dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Kegiatan yang digelar pada Minggu (22/3/2026) di kediaman Nofriandi dan Nurhayati ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan lintas generasi.

Sejak pagi hari, rumah keluarga tersebut dipenuhi kehadiran anak, menantu, cucu hingga cicit. Canda tawa, pelukan hangat, serta obrolan penuh kenangan menciptakan suasana yang begitu hidup dan sarat makna kebersamaan.

Tak hanya itu, kebersamaan semakin terasa hangat dengan sajian kuliner khas keluarga. Hidangan soto ayam yang gurih menjadi menu utama yang dinikmati bersama, dilengkapi aneka kue lebaran serta berbagai pilihan minuman yang tersaji untuk seluruh anggota keluarga. Suasana makan bersama pun menjadi momen yang mempererat keakraban, diiringi cerita - cerita ringan dan nostalgia masa lalu.

Meski tidak seluruh anggota keluarga dapat hadir karena agenda silaturahmi di tempat lain, pertemuan ini tetap berlangsung meriah dan penuh rasa syukur.

“Iko alun kasadoe kito datang, tapi alah sangat rami kito,” ungkap Ni Tila yang akrab disapa Mak Uwo, anak perempuan tertua dari Abak Abu Nawas dan Amak Yulinar, dengan wajah sumringah melihat ramainya keluarga yang hadir.

Hal senada juga disampaikan Urwatul Uska, yang dikenal dengan sapaan Uwan. Ia menilai momen seperti ini menjadi pengikat kuat hubungan kekeluargaan yang tidak boleh terputus oleh waktu maupun jarak.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting. Di sinilah kita saling mengenal lebih dekat, terutama generasi muda dengan para orang tua dan niniak mamak. Ini warisan nilai yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Sementara itu, tuan rumah Nofriandi atau yang akrab disapa Utiah, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari pertemuan penuh makna tersebut. Ia berharap tradisi berkumpul saat Lebaran terus dilestarikan.

“Alhamdulillah, kami merasa bahagia bisa menjadi tuan rumah. Momen seperti ini tidak hanya sekadar berkumpul, tapi juga memperkuat rasa persatuan dan kasih sayang dalam keluarga besar kita,” tuturnya.

Ungkapan penuh harap juga datang dari Mairizal, yang akrab disapa Aciak. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan silaturahmi agar hubungan kekeluargaan tetap erat di masa mendatang.

“Harapan kita, pertemuan seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun. Jangan sampai putus, karena inilah kekuatan kita sebagai keluarga besar,” katanya.

Kebahagiaan yang sama turut dirasakan oleh Darmen Rajo Alam yang hadir dalam kesempatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur dan bangganya bisa menjadi bagian dari keluarga besar Abak Abu Nawas dan Amak Yulinar.

“Bagi saya pribadi, ini bukan sekadar pertemuan keluarga, tetapi juga ruang untuk merasakan nilai - nilai kebersamaan yang tulus. Saya merasa sangat bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga besar ini, yang penuh kehangatan dan saling peduli,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Darmen menilai bahwa silaturahmi seperti ini memiliki makna yang sangat dalam, terutama di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin sibuk.

“Di tengah kesibukan dan tantangan zaman, momen seperti ini menjadi penguat jati diri kita. Keluarga adalah fondasi utama. Dari sinilah lahir kekuatan, kebijaksanaan, dan rasa saling memiliki. Tradisi berkumpul saat Lebaran harus terus dijaga, karena inilah warisan nilai yang tidak ternilai,” tambahnya dengan penuh makna.

Keceriaan acara semakin lengkap saat seluruh anggota keluarga mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto bersama. Tawa lepas dan wajah - wajah bahagia terekam sebagai kenangan indah yang akan terus dikenang.

Pertemuan silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga momentum mempererat hubungan batin antar anggota keluarga. Dalam suasana Idul Fitri yang sarat dengan nilai saling memaafkan, kegiatan ini menjadi refleksi nyata dari makna kebersamaan, kasih sayang, dan persatuan keluarga lintas generasi.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, tradisi seperti ini menjadi pengingat bahwa keluarga tetap menjadi tempat pulang yang paling hangat.

(Red)

×
Berita Terbaru Update