![]() |
| Satu unit ekskavator terlihat terparkir tanpa aktivitas di lokasi rencana pembangunan huntap di belakang Pasar Simpang Haru, Sabtu (28/3/2026). |
Padang, MP----- Rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang di Lambung Bukik, Kota Padang, hingga kini belum menunjukkan kejelasan. Lahan bekas pabrik karet di belakang Pasar Simpang Haru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan, justru tampak terbengkalai tanpa aktivitas berarti.
Pantauan di lapangan, Sabtu (28/3/2026), tidak terlihat adanya pekerjaan konstruksi. Hanya satu unit alat berat jenis ekskavator yang terparkir di lokasi, diduga sudah tidak beroperasi selama beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya warga sekitar dan calon penerima manfaat yang hingga kini masih menunggu kepastian tempat tinggal.
Padahal, proyek tersebut sebelumnya disebut - sebut akan menjadi solusi permanen bagi puluhan keluarga terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Namun, memasuki akhir Maret 2026, realisasi pembangunan belum juga dimulai.
Dodi (52), warga sekitar, mengaku heran dengan kondisi tersebut. Ia menyebut, sejak awal telah diinformasikan akan dibangun puluhan unit huntap di lokasi itu.
“Kami dengar rencananya sekitar 40 unit rumah akan dibangun di sini. Tapi sampai sekarang belum ada tanda - tanda pembangunan. Yang ada cuma ekskavator parkir, itu pun sudah lama tidak bergerak,” ujarnya.
Kondisi serupa juga disampaikan Ketua RT 04/RW 04, Meri. Ia mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum menerima penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai progres pembangunan huntap tersebut.
“Sebelumnya disebutkan sebelum Ramadan akan dibangun sekitar 45 unit hunian tetap untuk warga terdampak banjir bandang di Lambung Bukik. Tapi kenyataannya belum ada aktivitas. Ekskavator juga sudah beberapa minggu tidak beroperasi,” ungkapnya.
Mandeknya proyek ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi korban bencana yang masih tinggal di hunian sementara atau menumpang di rumah kerabat. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian, baik terkait jadwal pembangunan maupun penyebab keterlambatan.
Sejumlah warga bahkan mempertanyakan transparansi perencanaan proyek tersebut, mulai dari kesiapan anggaran, status lahan, hingga teknis pelaksanaan di lapangan. Minimnya informasi dinilai memperbesar spekulasi dan menurunkan kepercayaan publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Padang maupun instansi teknis terkait mengenai alasan belum dimulainya pembangunan huntap tersebut. Awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak berwenang untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Di tengah ketidakpastian ini, masyarakat berharap proyek huntap tidak hanya menjadi janji di atas kertas, melainkan segera direalisasikan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap korban bencana yang hingga kini masih menanti tempat tinggal yang layak dan aman.
(DS/red)
