-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Queen Mentari Tak Terbendung di Duku Banyak

Minggu, 29 Maret 2026 | Maret 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-28T23:44:49Z
Queen Mentari melesat di lintasan dan finis terdepan pada race 12.

Balah Aie, MP----- Sorak ribuan penonton membelah langit Lapangan Pacu Kuda Duku Banyak, Nagari Balah Aie, Sabtu (28/3/2026), saat kuda andalan milik Bupati Tanah Datar, Eka Putra, Queen Mentari, melesat tanpa tanding dan finis terdepan di race 12. Kemenangan di lintasan 1.000 meter divisi II itu menjadi salah satu momen paling menyita perhatian dalam gelaran Pacu Kuda Padang Pariaman 2026.

Bupati Eka Putra menyaksikan langsung Queen Mentari finis terdepan, mengunci juara I race 12.

Ajang pacu kuda yang digelar selama dua hari, 28 - 29 Maret 2026, tak sekadar menghadirkan adu cepat kuda terbaik, tetapi juga menyuguhkan denyut kuat tradisi Minangkabau yang masih hidup. Event ini dibuka langsung Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dan semakin semarak dengan hiburan dari artis Minang Fauzana serta kehadiran aktor nasional Jefri Nichol.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan pacu kuda bukan sekadar tontonan, melainkan warisan budaya yang harus terus dirawat. Ia mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan alek pacu kuda di berbagai daerah di Sumatera Barat, yang hingga kini masih bertahan di delapan kabupaten/kota.

“Dukungan perantau sangat besar. Ini menjadi kekuatan penting untuk membangun daerah secara bersama,” ujarnya.

Lebih dari itu, geliat ekonomi rakyat tampak nyata di sekitar arena. Lapak UMKM, pedagang musiman, hingga jasa transportasi menikmati lonjakan pengunjung. Pacu kuda berubah menjadi ruang perputaran ekonomi yang hidup, sekaligus momentum kebangkitan sektor pariwisata lokal.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyebut alek ini sebagai pesta rakyat yang mempertemukan tradisi, hiburan, dan ekonomi dalam satu tarikan napas. Ia berharap event tersebut mampu menarik lebih banyak perantau untuk pulang kampung serta wisatawan dari berbagai daerah.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi kebanggaan bersama. Mari kita sukseskan dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan,” ajaknya.

Di sisi lain, Bupati Tanah Datar Eka Putra yang turut hadir mengaku bangga atas kemenangan Queen Mentari. Ia menilai pacu kuda memiliki nilai strategis dalam mendorong ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya.

“Event seperti ini menghadirkan ribuan orang. Dampaknya luas, dari pedagang kecil hingga sektor pariwisata,” katanya.

Kemenangan Queen Mentari bukan hanya soal prestasi di lintasan, tetapi juga simbol bagaimana tradisi, olahraga, dan ekonomi rakyat berpadu dalam satu perhelatan. Di tengah sorak penonton dan derap kaki kuda, Pacu Kuda Padang Pariaman 2026 kembali menegaskan dirinya sebagai ikon budaya yang terus berlari melintasi zaman.

(Bts/red)

×
Berita Terbaru Update