-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Presiden Prabowo Tinjau Permukiman Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak bagi Warga

Jumat, 27 Maret 2026 | Maret 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-27T00:44:30Z
Masyarakat nampak senang dikunjungi Presiden Prabowo Subianto 

Jakarta, MP----- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung permukiman warga yang berada di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat sore. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendengar langsung kondisi masyarakat yang selama ini tinggal di lingkungan padat dan rawan.

Berjalan menyusuri lorong sempit di antara rumah - rumah berdinding papan dan seng, Presiden menyapa warga serta mendengarkan berbagai keluhan dan harapan mereka. Permukiman yang berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat kota Jakarta itu selama bertahun - tahun dihuni masyarakat berpenghasilan rendah yang hidup dalam keterbatasan fasilitas dan keamanan.

“Pada sore hari ini, saya menyusuri pemukiman di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Saya mendengar langsung aspirasi masyarakat di sini,” ujar Presiden Prabowo kepada awak media.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan komitmennya untuk segera menyediakan hunian yang lebih layak bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut. Ia menyebut penyediaan rumah yang aman dan sehat bagi masyarakat sebagai bagian dari tekad pemerintah yang harus direalisasikan dalam waktu cepat.

“Insha Allah, kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah ini dengan cepat. Sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Kehadiran Presiden di tengah permukiman padat itu disambut antusias warga. Banyak di antara mereka mengaku terharu karena baru pertama kali melihat kepala negara datang langsung ke lingkungan tempat tinggal mereka.

Siti Rahma (43), warga yang telah menetap di bantaran rel lebih dari 15 tahun, mengaku kunjungan tersebut memberi harapan baru bagi keluarganya.

“Selama ini kami hanya bisa bertahan dengan kondisi seperti ini. Rumah sempit, kalau kereta lewat bergetar. Kalau memang akan dibangun rumah yang lebih layak, kami sangat berharap itu benar - benar terjadi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ahmad Fauzi (38), pekerja serabutan yang tinggal bersama istri dan dua anaknya. Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap keselamatan anak - anak yang sehari - hari bermain di sekitar rel kereta api.

“Kami hidup di sini karena tidak punya pilihan. Risiko selalu ada. Kalau pemerintah bisa memindahkan kami ke tempat yang lebih aman, tentu itu jadi harapan besar bagi keluarga kami,” katanya.

Kunjungan Presiden ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan permukiman kumuh di perkotaan, khususnya yang berada di lokasi berbahaya seperti bantaran rel kereta api. Program penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi salah satu prioritas nasional, seiring meningkatnya kebutuhan perumahan di kota-kota besar.

Bagi warga Senen, langkah Presiden yang turun langsung ke lapangan bukan hanya simbol perhatian pemerintah, tetapi juga secercah harapan akan kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat di masa depan.

(Red/jkt)

×
Berita Terbaru Update