-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

180 Hari yang Berarti: Mahyeldi Puji Dedikasi Kajati Muhibuddin

Jumat, 24 April 2026 | April 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-24T13:05:57Z
Momen hangat perpisahan Kajati Sumbar Muhibuddin bersama Gubernur Mahyeldi di Padang.

Padang, MP----- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Muhibuddin selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar. Meski hanya bertugas selama 180 hari, kontribusi Muhibuddin dinilai signifikan dalam mendorong kemajuan daerah.

Dalam suasana hangat acara perpisahan di Padang, Rabu malam (23/4/2026), Mahyeldi menegaskan bahwa peran Muhibuddin tak sekadar administratif, tetapi juga strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Kendati masa tugasnya tidak lama, kontribusinya sangat besar untuk kemajuan daerah. Terima kasih,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan unsur terkait menjadi fondasi penting bagi kelancaran berbagai program strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia menilai semangat kebersamaan yang terbangun selama ini telah memberi dampak nyata bagi pembangunan Sumatera Barat.

Lebih jauh, Mahyeldi juga menyoroti komitmen Muhibuddin dalam mendorong solidaritas antardaerah, termasuk saat terjadi bencana di luar Sumbar. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian yang melampaui batas kewenangan formal.

Di sisi lain, isu pemberantasan korupsi turut menjadi perhatian utama. Mahyeldi menegaskan bahwa tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus ditangani secara konsisten.

“Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan menggerus kepercayaan publik,” tegasnya.

Ia pun menilai Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat telah memainkan peran penting dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Rotasi jabatan, lanjutnya, merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat institusi dalam menghadapi tantangan ke depan.

Sementara itu, Muhibuddin mengaku masa tugasnya di Sumatera Barat menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia bahkan menyebut perpisahan ini sebagai momen yang berat.

“Secara resmi ini perpisahan, tapi sebenarnya saya tidak ingin berpisah,” ungkapnya.

Ia menggambarkan Sumbar sebagai “ruang belajar” yang kaya nilai kehidupan, terutama dari masyarakat yang menjunjung tinggi adat dan kearifan lokal.

“Orang awak penuh petuah dan keteladanan. Ini menjadi bekal berharga bagi saya ke depan,” katanya.

Muhibuddin juga menyebut Kejati Sumbar sebagai salah satu “sekolah penting” dalam perjalanan kariernya. Ia dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk proses pelantikan sebelum mengemban tugas baru.

Menutup pesannya, ia mengingatkan pentingnya integritas dan komitmen dalam melayani masyarakat.

“Fokuslah mencintai rakyat dan memakmurkan daerah. Jangan mengkhianati amanah,” tegasnya.

Acara perpisahan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Sumbar, Sekretaris Daerah, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

(Sb/red)

×
Berita Terbaru Update