![]() |
| Gedung kantor BWSS-V Padang, Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang |
Padang, MP----- Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 terus bergulir. Di tengah sorotan publik dan perhatian media, perbincangan jurnalistik antara awak media dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, Naryo Widodo, serta Project Manager PT Nindya Karya, Hudi, mengungkap proses pekerjaan yang masih berjalan dan terus dievaluasi.
Pertemuan yang berlangsung di lantai dua Kantor BWSS-V Padang pada Senin (6/4/2026) itu turut dihadiri Kasi Pelaksana BWSS V Padang, Resky Wahyudi. Diskusi tersebut menyoroti langsung progres pekerjaan tanggap darurat yang dilaksanakan di sejumlah titik terdampak bencana.
Naryo Widodo menjelaskan, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum telah menurunkan tim teknis untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
“Pada Selasa (31/3) lalu, tim dari Dit KI, Dit OP, dan Dit Supan sudah turun. Ini bagian dari rutinitas monitoring, sekaligus menyikapi berbagai informasi yang berkembang di media massa,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi menjadi langkah penting sebelum tahapan pembayaran pekerjaan dilakukan. Ia menegaskan bahwa sejumlah pekerjaan yang masih dinilai kurang akan segera diperbaiki.
“Kalau ada bagian yang belum sempurna, itu harus segera ditindaklanjuti. Karena pekerjaan ini belum dibayar, maka evaluasi lapangan menjadi kunci untuk memastikan kualitasnya,” tegas Naryo.
Di sisi pelaksana, Hudi dari PT Nindya Karya menyampaikan bahwa proses pengerjaan masih berlangsung dan terus mengalami penyempurnaan di lapangan. Ia tidak menampik adanya beberapa bagian yang sebelumnya dinilai kurang optimal.
“Pekerjaan masih berproses. Bagian-bagian yang belum sempurna terus kami benahi. Termasuk beronjong yang sempat terlihat rusak dan nyaris ambrol, itu sudah kami perbaiki,” jelasnya.
Hudi juga memberikan apresiasi terhadap peran aktif masyarakat dan media yang turut mengawasi jalannya proyek. Ia menyebut, sejumlah informasi dari lapangan justru membantu percepatan perbaikan.
“Masukan dari masyarakat dan media sangat membantu kami. Itu menjadi bagian dari kontrol bersama agar pekerjaan ini lebih baik,” tambahnya.
Ke depan, Naryo berharap dukungan dari seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, dalam memperlancar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat. Salah satu aspek krusial yang disorot adalah kemudahan perizinan material, khususnya galian C.
“Kita butuh dukungan semua pihak, termasuk dalam hal perizinan material. Ini penting agar pekerjaan bisa berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Di tengah proses yang masih berjalan, kolaborasi antara pemerintah, pelaksana proyek, masyarakat, dan media menjadi kunci untuk memastikan pemulihan infrastruktur pascabencana dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.
(Red/Rj)
