![]() |
| Presiden memimpin rapat terbatas membahas percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Istana Negara. |
Jakarta, MP----- Pemerintah mempercepat pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi pesisir dan ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI yang dilanjutkan dengan rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (7/4/2026), dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
![]() |
| Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan strategi penguatan ekonomi pesisir melalui KNMP. |
Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan percepatan pembangunan KNMP harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya mengejar target fisik, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat struktur sosial kawasan pesisir, serta menjaga stabilitas pangan nasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa KNMP dirancang sebagai program terintegrasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pesisir. “Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi baru di kampung nelayan. Kita ingin nelayan lebih sejahtera, produktivitas meningkat, dan rantai distribusi hasil perikanan menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Pada tahap awal, sebanyak 65 titik pembangunan KNMP hampir rampung. Sementara itu, 35 lokasi pada tahap kedua tengah dalam proses pengerjaan. Pemerintah juga mulai melakukan survei untuk pengembangan 1.000 lokasi KNMP berbasis sistem kluster yang akan menjadi penguatan jaringan ekonomi pesisir secara nasional.
Menurut Trenggono, pendekatan kluster ini akan memperkuat konektivitas antarwilayah pesisir, sehingga hasil tangkapan nelayan dapat terserap pasar dengan lebih optimal. “Kita ingin ada efek berganda, tidak hanya bagi nelayan, tetapi juga sektor pendukung seperti pengolahan, logistik, hingga pemasaran,” katanya.
Arahan Presiden menekankan pentingnya sinergi antara percepatan pembangunan dan keberlanjutan manfaat. KNMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah pesisir, sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan distribusi pangan.
Langkah ini menjadi semakin krusial di tengah dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan ancaman fenomena iklim ekstrem seperti El Nino yang berpotensi berkepanjangan. Pemerintah menilai, KNMP dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan serta memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
Dengan pendekatan terintegrasi, program KNMP ditargetkan tidak hanya menghidupkan ekonomi lokal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
(Red/JKT)

