-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Latihan Gabungan di Padang, Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-18T22:58:06Z
Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung jalannya latihan kesiapsiagaan bencana.

Pemerintah Kota Padang mempertegas komitmen menghadapi ancaman bencana melalui latihan terpadu Manajemen Latihan Komando Operasi (MANTAP LKO) Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) yang digelar di Komplek Balai Kota Aie Pacah, Sabtu (18/4/2026).


Padang, MP----- Upaya memperkuat respons cepat dan koordinasi lintas sektor terus digencarkan Pemerintah Kota Padang. Salah satunya melalui pelaksanaan latihan gabungan MANTAP LKO yang melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur strategis.

Ratusan personel gabungan mengikuti latihan MANTAP LKO di Balai Kota Padang.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar simulasi, tetapi langkah konkret membangun kesiapan menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Latihan ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Fadly.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), BMKG, hingga Dinas Kesehatan dan unsur terkait lainnya yang turut ambil bagian dalam latihan tersebut.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak boleh bersifat sesaat. Seiring perkembangan teknologi dan dinamika kebencanaan yang terus berubah, latihan harus dilakukan secara berkelanjutan dan terukur.

“Kita tentu berharap dijauhkan dari bencana. Namun kita tidak boleh lengah. Semua potensi harus diantisipasi dengan kesiapan dan profesionalisme,” tegasnya.

Fadly juga mendorong agar latihan serupa terus digelar secara rutin, tidak hanya bagi petugas, tetapi juga melibatkan masyarakat, guna memperkuat sinergi dan memastikan respons yang cepat serta tepat saat kondisi darurat.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Korem 032/Wirabraja, Kolonel Inf. Yusuf Tanjung, menjelaskan bahwa latihan ini merupakan bagian dari agenda Kogabwilhan I yang dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu.

“Sekitar 500 personel gabungan terlibat dalam latihan ini dengan dukungan peralatan darat dan laut,” ungkapnya.

Ia merinci, skenario latihan mencakup berbagai situasi darurat, mulai dari evakuasi korban di laut, penyelamatan di ketinggian seperti pohon dan billboard, penanganan korban pada bangunan runtuh, hingga prosedur penanganan medis darurat.

Latihan ini diharapkan menjadi tolok ukur kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi bencana, sekaligus memperkuat sistem komando dan koordinasi di lapangan agar lebih efektif dan responsif.

(Red/Pdg)

×
Berita Terbaru Update