-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Operasi Bibir Sumbing Gratis, Kolaborasi Sosial Perkuat Layanan Kesehatan di Sumbar

Selasa, 28 April 2026 | April 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-28T01:06:02Z
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, membuka kegiatan operasi bibir sumbing gratis di RSU ‘Aisyiyah Padang.

Padang, MP----- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membuka kegiatan bakti sosial operasi celah bibir dan lelangit dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Senin (27/4/2026). Program ini menjadi wujud kolaborasi lintas lembaga dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Foto bersama Gubernur Mahyeldi Ansharullah dengan panitia dan tenaga medis usai pembukaan bakti sosial operasi bibir sumbing.

Kegiatan yang dipusatkan di RSU ‘Aisyiyah Padang tersebut berlangsung selama tiga hari, 27–29 April 2026. Sejumlah pihak terlibat, di antaranya Pengurus Wilayah ‘Aisyiyah, Ikatan Alumni SMA 1 (IASMA 1) Landbouw Bukittinggi, serta dukungan lembaga kemanusiaan internasional Smile Train Indonesia.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa program operasi bibir sumbing gratis ini telah berjalan konsisten selama empat tahun terakhir. Ia menilai keberlanjutan program menjadi bukti kuatnya kepedulian sosial, khususnya dari kalangan alumni sekolah yang terus berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelayanan medis, tetapi juga menghadirkan harapan baru. Banyak penerima manfaat yang kembali memperoleh rasa percaya diri dan kesempatan hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Mengusung tema “Senyum dan Tawamu Bahagia Kita Bersama”, kegiatan ini dinilai memberi dampak psikologis dan sosial yang signifikan, terutama bagi anak-anak penderita celah bibir dan lelangit. Selain tindakan medis, rangkaian bakti sosial juga mencakup agenda kemanusiaan lain, seperti rencana distribusi hewan kurban menjelang Iduladha serta bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

Mahyeldi turut menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, persoalan kesehatan tidak hanya bertumpu pada fasilitas layanan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku hidup bersih dan kesadaran lingkungan.

“Jika kesadaran terhadap kebersihan rendah, dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga pada meningkatnya beban biaya, termasuk pengelolaan sampah,” katanya.

Ia juga mendorong penguatan edukasi pola hidup sehat sejak dini, terutama bagi generasi muda, melalui keterlibatan aktif organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan komunitas sosial.

Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, katanya, akan terus mendukung inisiatif kolaboratif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

(Sb/red)

×
Berita Terbaru Update