![]() |
| Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan sambutan pada puncak perayaan Paskah GMIT. |
Kupang, MP----- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Prosesi Galilea yang menjadi puncak perayaan Paskah Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor di kawasan Pantai Lai-Lai Besi Kopan, Minggu (5/4/2026).
![]() |
| Prosesi laut Galilea melibatkan puluhan perahu nelayan menuju Pantai LLBK, Kupang. |
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh makna spiritual. Ia menegaskan, bagi umat Kristiani, kematian bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kehidupan baru yang penuh harapan.
Lebih dari sekadar seremoni keagamaan, Prosesi Galilea dinilai sebagai inovasi kreatif dalam merayakan Paskah. Kegiatan ini memadukan perjalanan darat dari Atambua ke Lasiana dengan prosesi laut menuju lokasi acara, melibatkan sekitar 50 perahu nelayan.
“Ini adalah terobosan yang patut diapresiasi. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa perayaan iman dapat dikemas secara kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Johni.
Ia juga menyoroti kuatnya nilai toleransi yang tercermin dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan komunitas nelayan Muslim Oesapa—bahkan dengan perahu yang dihiasi simbol salib—menjadi simbol nyata harmoni antarumat beragama di NTT.
“Ini bukti bahwa NTT adalah Nusa Terindah Toleransi. Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga dan dirawat,” tegasnya.
Menurutnya, Prosesi Galilea memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi unggulan di NTT. Ia mendorong agar kegiatan ini digelar secara berkelanjutan hingga menjadi tradisi tahunan yang memperkuat identitas daerah.
“Jika dikembangkan secara konsisten, ini bisa menjadi budaya sekaligus kekuatan pariwisata baru bagi daerah,” tambahnya.
Prosesi Galilea turut diisi dengan perjamuan Paskah bersama berupa makan roti dan ikan, yang merefleksikan kisah Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di Danau Galilea. Selain itu, ditampilkan pula dramatisasi kisah kebangkitan Kristus, yang menggambarkan perjumpaan, pemulihan, dan penguatan iman umat.
Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Zimrat M.S. Karmany, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna spiritual yang mendalam, bukan sekadar seremoni.
“Ini adalah undangan untuk kembali ke Galilea, tempat Yesus memanggil dan menguatkan murid-murid-Nya. Kita diajak menghidupi kasih dan iman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Paskah Pemuda GMIT 2026, Simson Polin, menyebut kegiatan ini bertujuan memperkuat iman sekaligus mempererat persekutuan jemaat melalui refleksi perjalanan spiritual.
Ketua Pemuda Sinode GMIT, Erens Blegur, menambahkan bahwa Prosesi Galilea merupakan mimpi bersama yang kini mulai terwujud dan diharapkan berkembang menjadi festival Paskah berskala lebih besar.
“Kami ingin ini berdampak luas, tidak hanya bagi gereja, tetapi juga mendukung program kepemudaan dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Selain memperkuat nilai spiritual dan sosial, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi dengan melibatkan pelaku UMKM dalam rangkaian expo yang digelar di sekitar lokasi acara.
Menutup sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta membangun daerah secara kolaboratif.
Prosesi Galilea GMIT tahun ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan iman, tetapi juga representasi kuat persaudaraan lintas iman dan harapan baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
(Red/nt)

