-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Kuranji Dikebut, 102 Hektare Ditargetkan Pulih

Senin, 20 April 2026 | April 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-20T10:43:20Z
Wali Kota Padang meninjau langsung progres rehabilitasi sawah terdampak banjir di Gunung Sarik, Kuranji.

Padang, MP----- Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung proses rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak banjir di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Senin (20/4/2026). Peninjauan ini memastikan percepatan pemulihan lahan agar kembali produktif dan dapat dimanfaatkan petani.

Di lapangan, Fadly melihat progres pekerjaan yang telah mulai berjalan dengan melibatkan masyarakat setempat melalui gotong royong (goro), serta dukungan alat berat. Ia menyebut bantuan rehabilitasi tersebut merupakan program dari pemerintah pusat yang baru diterima sekitar sepekan lalu.

“Rehabilitasi lahan persawahan masyarakat ini merupakan bantuan dari kementerian yang sampai ke Kota Padang sekitar satu minggu yang lalu. Dan ini sudah langsung digotong royongkan oleh masyarakat dan ditambah beberapa alat berat,” ujarnya.

Fadly menegaskan, Pemerintah Kota Padang akan terus mendorong percepatan pengerjaan agar lahan segera kembali subur dan siap ditanami. Upaya pemulihan dilakukan melalui pengolahan tanah hingga perbaikan sistem irigasi guna memaksimalkan hasil produksi pertanian.

“Mudah-mudahan ini secepatnya bisa diselesaikan, kemudian lahannya bisa kembali subur. Baik melalui pengolahan tanah, maupun perbaikan irigasi dan hal lainnya agar hasilnya maksimal,” tambahnya.

Ia juga menyoroti beratnya dampak yang dirasakan petani pascabencana. Sejumlah lahan diketahui tertimbun material banjir, sementara sebagian lainnya mengalami kerusakan signifikan yang menghambat aktivitas produksi.

Untuk itu, Fadly meminta seluruh jajaran terkait, mulai dari dinas hingga pihak kecamatan, agar memberikan perhatian penuh terhadap kondisi petani dan membantu percepatan pemulihan.

“Kita minta kepada dinas terkait dan camat agar benar-benar memperhatikan kondisi para petani ini. Selama beberapa bulan pascabencana, mereka tentu mengalami kesulitan dan harus mencari alternatif penghidupan. Maka percepatan rehabilitasi ini sangat penting,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulian, menyampaikan bahwa program rehabilitasi tersebut menyasar lima kelompok tani dengan total luas lahan mencapai 102 hektare.

“Penerima manfaat rehab ini sebanyak lima kelompok tani dengan luas 102 hektare, dengan total anggaran sebesar Rp1.377.000.000,” jelasnya.

Pemerintah berharap, melalui percepatan rehabilitasi ini, para petani dapat segera kembali beraktivitas dan mengembalikan produktivitas sektor pertanian di wilayah terdampak.

(Red/Pdg)

×
Berita Terbaru Update