-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Truk Semen Terjun ke Sungai, Jalan Nasional di Ranah Pesisir Disorot, Gina PPK 2.4 Mengaku Belum Dapat Informasi

Rabu, 08 April 2026 | April 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-08T09:36:15Z
Jalan nasional rusak di Mandarahan Palangai Kaciak, tempat lokasi truk terguling.


Pesisir Selatan, MP----- Kerusakan badan jalan nasional di wilayah PPK 2.4, Satker PJN Wilayah 2 Sumatera Barat kembali memicu kecelakaan serius. Sebuah truk pengangkut semen dilaporkan terbalik hingga masuk ke sungai dan menghantam pagar rumah warga di Mandarahan, Palangai Kaciak, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan.

Truk semen terbalik ke sungai usai terperosok di jalan rusak di Mandarahan, Ranah Pesisir.

Peristiwa tersebut disampaikan masyarakat kepada wartawan, terjadi hari Jumat malam tanggal 27 Februari 2026, Pukul 22:30, dan nyaris menelan korban jiwa.

Khairuman, pemilik rumah yang terdampak, menuturkan kepada wartawan di lokasi bahwa kecelakaan bermula saat roda truk terperosok ke dalam lubang di sisi badan jalan yang rusak.

“Roda mobil masuk ke lobang di pinggir jalan, lalu langsung oleng dan terbalik ke sungai, sempat menghantam pagar rumah kami,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, kondisi bahu jalan di titik tersebut sudah lama tergerus air mengalami kerusakan, namun belum mendapatkan penanganan maksimal. Ketiadaan rambu peringatan dari pihak terkait dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan bertonase besar.

“Ini sangat membahayakan. Kami khawatir akan ada korban berikutnya kalau tidak segera diperbaiki,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Rudi (42), seorang pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut, menyebut kerusakan jalan sudah menjadi ancaman bagi pengguna jalan.

“Kalau malam hari lebih berbahaya lagi, karena lubangnya tidak terlihat jelas. Apalagi tidak ada rambu peringatan, ini seperti jebakan bagi pengendara,” katanya.

Sementara itu, Yuliana (35), warga setempat, mengaku kecelakaan di lokasi tersebut menjadi warning bagi pengguna jalan. Ia menyebut warga sudah beberapa kali mengingatkan pengguna jalan secara swadaya.

“Supaya tidak menimbulkan kecelakaan di sini. Kami beritahu warga agar berhati -  hati berkendara dilokasi itu berlobang,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Anton (50), sopir angkutan barang yang melintas di jalur tersebut. Ia menilai kondisi jalan tidak layak untuk dilalui kendaraan berat.

“Kalau bawa muatan berat, posisi roda sedikit saja salah bisa fatal. Jalan seperti ini sangat berisiko, apalagi di pinggirnya langsung sungai,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan mengalami kerusakan, dengan lubang cukup dalam di sisi jalur. Tidak terlihat adanya rambu peringatan maupun pengamanan sementara di lokasi kejadian.

Warga mendesak pihak PPK 2.4 segera memasang rambu darurat serta mempercepat perbaikan badan jalan yang rusak guna mencegah kecelakaan serupa terulang.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Gina, saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (8/4/2026), mengaku belum menerima laporan terkait insiden tersebut.

“Tidak ada masuk laporan ke saya, jadi saya belum mengetahui kejadian ini. Nanti saya minta tim lapangan untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.

Gina menjelaskan bahwa pemantauan rutin sebenarnya dilakukan secara berkala oleh tim lapangan, baik setiap bulan maupun dua bulan sekali. Namun, ia tidak menutup kemungkinan titik kerusakan di Mandarahan merupakan lokasi baru yang belum terdeteksi.

“Bisa jadi itu titik baru, apalagi kalau tertutup rumput atau tidak ada laporan masuk. Nanti kami cek langsung ke lapangan,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam kurun waktu menjelang Lebaran, tidak ada laporan signifikan yang diterima terkait kondisi jalan di lokasi tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan intensif serta respons cepat terhadap kerusakan jalan nasional, terutama di jalur yang dilintasi kendaraan berat. Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya tindakan segera demi menjamin keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

(Red/Rj)

×
Berita Terbaru Update