-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

AHY Tegaskan Infrastruktur Nasional Harus Berbasis Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan

Minggu, 10 Mei 2026 | Mei 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-10T00:58:08Z
Pemerintah memperkuat pembangunan Ruang Terbuka Hijau Berkelanjutan (RTHB) guna mendukung target net zero emission yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.


Jakarta, MP----- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan konektivitas, tetapi juga harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Agus Harimurti Yudhoyono menanam pohon sebagai simbol komitmen pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan penguatan koridor hijau menuju Indonesia yang lebih asri.


Hal tersebut disampaikan AHY dalam penegasan komitmen pemerintah memperkuat pembangunan koridor hijau di sejumlah ruas jalan tol sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon dan menghadapi ancaman krisis iklim global.


Menurut AHY, pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berkelanjutan (RTHB) di ruas Tol Prambanan–Purwomartani menjadi langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang ramah lingkungan sekaligus mendukung target pembangunan rendah karbon nasional.


“Pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan keberlanjutan. Penguatan koridor hijau di jalan tol merupakan upaya nyata untuk mengurangi emisi karbon dan menjawab tantangan perubahan iklim,” ujar AHY.


Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari gerakan “Indonesia Asri” yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen pemerintah menuju target net zero emission.


AHY menekankan bahwa pembangunan koridor hijau bukan sekadar penghijauan simbolis, melainkan bagian dari transformasi besar pembangunan nasional yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.


Menurutnya, keberadaan ruang hijau di kawasan infrastruktur strategis seperti jalan tol memiliki dampak penting dalam meningkatkan kualitas udara, menekan efek pemanasan global, memperkuat ketahanan lingkungan, serta menciptakan kawasan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.


“Ini bukan sekadar wacana, tetapi aksi konkret menuju net zero emission. Infrastruktur harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang,” tegasnya.


Pemerintah berharap langkah pengembangan koridor hijau tersebut dapat menjadi model pembangunan infrastruktur nasional di berbagai wilayah Indonesia, terutama dalam memperkuat keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian lingkungan hidup.


Dengan semangat pembangunan berkelanjutan, pemerintah terus mendorong sinergi lintas sektor guna memastikan setiap proyek infrastruktur mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim global.

(Jkt/red)

×
Berita Terbaru Update