![]() |
| Menteri PU Dody Hanggodo berdialog dengan petani terkait optimalisasi layanan irigasi di Aceh Utara. |
Aceh, MP----- Bendung Krueng Pase kembali berfungsi setelah rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak akibat banjir bandang November 2025 berhasil dituntaskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Kembalinya fungsi bendung tersebut menjadi tonggak penting percepatan pemulihan sektor pertanian di wilayah Aceh Utara yang selama beberapa bulan terakhir terdampak gangguan pasokan air irigasi.
![]() |
| Bendung Krueng Pase kembali berfungsi untuk mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian di Aceh Utara. |
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi bendung sekaligus membuka pintu air secara simbolis sebagai tanda kembali mengalirnya air ke areal persawahan masyarakat. Momentum tersebut disambut antusias para petani yang selama ini menanti normalisasi sistem irigasi untuk mengembalikan produktivitas pertanian mereka.
Dalam keterangannya, Dody Hanggodo menegaskan bahwa rehabilitasi DI Krueng Pase merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan tetap terjaga pascabencana.
“Pemulihan infrastruktur irigasi ini merupakan arahan langsung Presiden agar sektor pertanian masyarakat segera bangkit. Dengan irigasi yang kembali berfungsi, petani dapat kembali mengolah sawah secara optimal, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Dody.
Ia menambahkan, keberfungsian kembali jaringan irigasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat tani di Aceh Utara. Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bendung, tetapi juga memastikan distribusi air berjalan merata hingga ke saluran sekunder dan tersier.
Daerah Irigasi Krueng Pase sendiri melayani area pertanian seluas 8.922 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Dalam proses rehabilitasi, pemerintah melakukan perbaikan menyeluruh terhadap saluran induk, sekunder, hingga tersier yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup berat akibat terjangan banjir bandang.
Dengan sistem irigasi yang kembali optimal, pemerintah menargetkan peningkatan indeks pertanaman secara signifikan, dari sebelumnya sekitar 65 persen menjadi hingga 250 persen. Kondisi tersebut membuka peluang bagi petani untuk melakukan panen hingga dua kali dalam setahun, bahkan lebih pada sejumlah kawasan yang memiliki dukungan distribusi air memadai.
Selain mengurangi risiko kekeringan saat musim kemarau, keberfungsian kembali DI Krueng Pase juga diyakini mampu meningkatkan produksi beras daerah dan mempercepat pemulihan kesejahteraan masyarakat tani pascabencana.
Program rehabilitasi irigasi ini sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional, khususnya di daerah-daerah yang terdampak bencana alam.
(bakom.ri/red)

