-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Benih Harapan di Balik Jeruji: Rutan Padang Panjang Kembangkan Ketahanan Pangan dan Pembinaan Mandiri

Rabu, 06 Mei 2026 | Mei 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-06T00:05:32Z
Momen penebaran bibit ikan sebagai simbol harapan baru di Rutan Padang Panjang


Padang Panjang, MP----- Di balik tembok pembatas yang kerap diasosiasikan dengan keterbatasan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kota Padang Panjang justru menumbuhkan harapan baru. Senin (4/5/2026), kolam sederhana di lingkungan rutan menjadi saksi dimulainya langkah kecil yang sarat makna: penebaran bibit ikan sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri. Lebih dari sekadar seremoni, agenda ini mencerminkan pendekatan baru dalam sistem pemasyarakatan, yang tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pada pemulihan dan pemberdayaan.


Dalam suasana yang hangat dan penuh harapan, Hendri Arnis menyampaikan pesan yang menggugah. Ia mengajak warga binaan untuk memaknai masa pembinaan sebagai momentum refleksi sekaligus titik balik kehidupan.


“Tempat ini bukan akhir dari perjalanan. Justru di sinilah awal untuk membangun kembali diri. Jadikan waktu ini sebagai kesempatan untuk belajar, mengasah keterampilan, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya, menegaskan pentingnya transformasi diri.


Pemerintah kota, lanjutnya, memberikan apresiasi terhadap jajaran rutan yang konsisten menghadirkan program-program pembinaan produktif. Menurutnya, sinergi seperti ini menjadi kunci dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berdampak nyata.


Senada dengan itu, Kunrat Kasmiri menekankan bahwa keberhasilan pembinaan tidak dapat berdiri sendiri. Kolaborasi antara institusi pemasyarakatan dan pemerintah daerah, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menghadirkan program yang berkelanjutan dan relevan.


“Semua yang kami upayakan bermuara pada satu tujuan: mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan bekal yang cukup, baik secara keterampilan maupun mental,” ungkapnya.


Ia juga mengingatkan warga binaan untuk tidak terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Pesan moral yang disampaikannya menekankan pentingnya keteguhan hati dalam menjalani proses pembinaan serta komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Program yang dikembangkan di Rutan Padang Panjang tidak hanya menyentuh aspek keterampilan ekonomi seperti budidaya ikan, tetapi juga penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan, termasuk pembinaan berbasis pesantren. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih utuh, mandiri secara ekonomi dan matang secara spiritual.


Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan pangan internal, kegiatan budidaya ini menjadi ruang belajar yang konkret. Di sana, warga binaan diajak memahami proses, tanggung jawab, dan hasil dari sebuah usaha, nilai-nilai yang esensial ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.


Di tengah berbagai tantangan sistem pemasyarakatan, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa perubahan bukanlah konsep yang abstrak. Ia bisa tumbuh, perlahan namun pasti, bahkan dari kolam kecil di sudut rutan. Sebab pada akhirnya, yang ditanam bukan hanya benih ikan, melainkan juga benih harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

(PJ/red)

×
Berita Terbaru Update