![]() |
| Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Menhub Dudy Purwagandhi meninjau progres pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI–Kota di area konstruksi bawah tanah Jakarta. |
Jakarta, MP----- Gibran Rakabuming Raka didampingi Dudy Purwagandhi meninjau langsung progres pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota, Selasa (12/5). Peninjauan dilakukan dengan menyusuri area konstruksi bawah tanah mulai dari Stasiun Sawah Besar hingga Stasiun Harmoni.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap percepatan pembangunan transportasi massal modern di ibu kota yang dinilai strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan di Jakarta.
Dalam peninjauan itu, Wapres Gibran melihat langsung perkembangan pekerjaan konstruksi, sistem terowongan bawah tanah, hingga kesiapan teknis sejumlah titik proyek yang saat ini terus dikebut penyelesaiannya. Ia juga berdialog dengan jajaran pelaksana proyek dan para pekerja konstruksi di lapangan.
Wapres Gibran memberikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta PT MRT Jakarta atas sinergi dan komitmen dalam mengawal pembangunan MRT Fase 2A. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para pekerja konstruksi yang dinilai telah bekerja keras menjaga progres proyek tetap berjalan sesuai target.
Menurut Gibran, pembangunan MRT tidak hanya menjadi simbol modernisasi transportasi perkotaan, tetapi juga bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sistem transportasi publik yang aman, nyaman, cepat, dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan jaringan transportasi massal terintegrasi di Jakarta dan kawasan penyangga. Kehadiran MRT Fase 2A diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus meningkatkan minat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Proyek MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI–Kota merupakan kelanjutan dari operasional MRT fase sebelumnya. Jalur ini dirancang menghubungkan pusat bisnis hingga kawasan Kota Tua dan diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan di Jakarta pada masa mendatang.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, pemerintah optimistis proyek strategis nasional tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap efisiensi transportasi, pertumbuhan ekonomi, hingga pengurangan emisi di wilayah metropolitan Jakarta.
(Jkt/red)
