![]() |
| Jembatan Bailey sepanjang 90 meter di Desa Walahar rampung dibangun untuk memperlancar mobilisasi material dan alat berat proyek Sekolah Rakyat Tahap II. |
Brebes, MP----- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyelesaikan pemasangan Jembatan Bailey sepanjang 90 meter di Desa Walahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebagai langkah strategis mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di wilayah tersebut. Infrastruktur sementara tersebut kini menjadi akses vital bagi mobilisasi material konstruksi dan alat berat menuju lokasi pembangunan.
![]() |
| Mobilisasi alat berat dan material konstruksi menuju lokasi Sekolah Rakyat kini berjalan lebih efektif pascarampungnya Jembatan Bailey. |
Rampungnya pemasangan Jembatan Bailey dinilai menjadi solusi teknis yang efektif untuk mengatasi hambatan akses logistik proyek, sekaligus mempercepat progres pekerjaan konstruksi di lapangan. Dengan tersambungnya jalur penghubung tersebut, distribusi material bangunan, alat berat, hingga pergerakan tenaga kerja dapat berjalan lebih lancar dan efisien.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Kementerian PU terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat melalui kolaborasi lintas unit organisasi dan penguatan dukungan infrastruktur pendukung di lapangan.
“Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang layak dan merata bagi masyarakat. Karena itu, Kementerian PU bergerak cepat mengatasi berbagai kendala teknis, termasuk keterbatasan akses mobilisasi material pembangunan,” ujar Dody.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Bailey di Brebes menjadi contoh nyata respons cepat pemerintah dalam memastikan proyek strategis sosial dapat berjalan sesuai target. Ia menekankan bahwa seluruh sumber daya dan kemampuan teknis kementerian akan dikerahkan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu dengan kualitas konstruksi yang terjaga.
“Segala daya dan upaya akan dilakukan untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat dapat selesai dengan tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat biaya,” tegas Dody.
Secara teknis, penggunaan Jembatan Bailey dipilih karena memiliki keunggulan dalam percepatan konstruksi, fleksibilitas pemasangan, serta kemampuan menopang beban kendaraan berat untuk kebutuhan proyek. Struktur modular baja tersebut banyak digunakan sebagai solusi darurat maupun pendukung pembangunan di wilayah dengan akses terbatas.
Keberadaan jembatan itu diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, tetapi juga mendukung konektivitas masyarakat sekitar selama proses pembangunan berlangsung. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat segera beroperasi guna menunjang peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Brebes dan sekitarnya.
(bakom.ri/red)

