![]() |
| Menteri Dody Hanggodo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai target untuk digunakan pada Tahun Ajaran Baru Juli 2026. |
Dharmasraya, MP----- Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya, Rabu (6/5/2026), guna memastikan proyek strategis pendidikan tersebut berjalan sesuai target dan siap digunakan pada Tahun Ajaran Baru Juli 2026.
![]() |
| Progres pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya telah mencapai sekitar 9 persen dan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. |
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 9 persen dan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. Pemerintah, kata dia, terus mendorong percepatan pekerjaan agar fasilitas pendidikan terpadu itu segera dapat dimanfaatkan oleh para siswa.
“Pembangunan Sekolah Rakyat harus dipercepat dengan target progres harian minimal 2 persen. Kita ingin siswa yang saat ini masih berada di Sekolah Rakyat Rintisan bisa segera menempati sekolah baru yang lebih representatif dan nyaman,” ujar Menteri Dody di sela peninjauan lapangan.
Ia menegaskan, percepatan pembangunan dilakukan melalui pengawasan intensif terhadap progres harian, kesiapan material, hingga koordinasi lintas tim di lapangan. Menteri Dody juga mengapresiasi kerja Satgas Percepatan Sekolah Rakyat Tahap 2, tim Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, serta kontraktor pelaksana yang terus menjaga ritme pembangunan agar sesuai jadwal.
Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan daerah yang membutuhkan dukungan fasilitas pendidikan yang lebih memadai.
Sekolah Rakyat di Dharmasraya dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA. Fasilitas yang dibangun meliputi asrama siswa, ruang makan, rumah ibadah, sarana olahraga, lapangan sepak bola hingga lintasan atletik.
Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan, pemerintah optimistis Sekolah Rakyat di Dharmasraya dapat mulai beroperasi tepat waktu dan menjadi model pendidikan terpadu yang inklusif dan berkelanjutan di daerah.
(bakom.ri/red)

